KOBA, LASPELA – Setelah menerima anggaran sebesar Rp115 miliar dari program Inpres Jalan Daerah tahun 2023 dan 2025, Pemkab Bangka Tengah sedang menanti kepastian kelanjutan bantuan dari APBN tahun 2026.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan terkait apakah pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat akan kembali berlanjut di wilayah Bangka Tengah.
“Untuk tahun ini memang belum ada titik terang, tapi kami berharap dalam satu-dua bulan ke depan ada perkembangan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Meski demikian, Pemkab Bangka Tengah tetap mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang telah merealisasikan pembangunan jalan melalui program Inpres sebelumnya.
Efrianda menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan terbukti membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Salah satunya terlihat di ruas Simpang Bandara yang kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan UMKM.
Selain itu, kawasan lain seperti Lubuk juga mengalami peningkatan nilai ekonomi, termasuk kenaikan harga tanah dan terbukanya peluang investasi baru.
Namun, tanpa kelanjutan dukungan anggaran dari pusat, upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Bangka Tengah dikhawatirkan bisa melambat.
Karena itu, Pemkab Bangka Tengah terus melakukan berbagai upaya, termasuk menjalin komunikasi dengan DPR RI, agar alokasi APBN kembali mengalir ke daerah tersebut.
Adapun paket kegiatan yang telah diserahterimakan meliputi Jalan Lubuk Besar-B2 sepanjang 3,43 km (2023), Jalan Terak-Simpang Bandara sepanjang 6,67 km (2023).
Kemudian, Jalan Lubuk Pabrik-Kampung G1 sepanjang 8,03 km (2025), Jalan Lubuk Pabrik-Kampung G2 sepanjang 3,08 km (2025). Total nilai proyek tersebut mencapai kurang lebih Rp115 miliar.(pri)







