PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan kesiapan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan pengurus RT dan RW yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pangkalpinang, Miego, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan telah dialokasikan di setiap kelurahan guna menjamin kelancaran seluruh tahapan pemilihan.
“Anggaran sudah disiapkan di masing-masing kelurahan, insya Allah bisa mengakomodir pelaksanaan pemilihan RT dan RW,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menyebutkan, kisaran anggaran yang disiapkan berada di angka Rp15 juta hingga Rp18 juta per kelurahan.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan teknis, mulai dari proses sosialisasi, administrasi pendaftaran, hingga pelaksanaan pemilihan di lapangan.
Pengelolaannya tetap mengacu pada Perwako Pangkalpinang Nomor 28 Tahun 2025 sebagai dasar hukum pelaksanaan pemilihan RT/RW tahun ini.
Seiring dengan kesiapan anggaran, tahapan pemilihan juga mulai berjalan di tingkat kelurahan.
Di Kelurahan Melintang, Lurah Imam menyampaikan bahwa pihaknya mulai memasuki fase pengumuman persyaratan calon sekaligus pembukaan pendaftaran yang berlangsung selama lima hari kerja.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Kelurahan Melintang memilih menggunakan metode pemilihan door-to-door.
Menurut Imam, pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan sistem Tempat Pemungutan Suara (TPS), terutama untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan waktu.
“Kita sistem jemput bola, door-to-door. Takutnya kalau pakai TPS banyak warga yang tidak datang,” jelasnya.
Selain itu, pihak kelurahan juga melakukan sosialisasi melalui berbagai cara, seperti pengumuman di masjid sejak waktu Zuhur hingga Subuh serta pemasangan flyer di warung dan titik-titik strategis di lingkungan warga.
Meski hingga awal masa pendaftaran belum ada warga yang mengambil formulir, minat masyarakat mulai terlihat dari adanya warga yang datang untuk menanyakan persyaratan pencalonan.
Imam berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk ikut serta, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon pengurus RT/RW.
“Kita ingin ada wajah-wajah baru yang punya semangat membangun lingkungan,” tambahnya.
Di tengah proses tersebut, partisipasi dari kalangan muda mulai bermunculan.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Fahmi Arif Kurniawan, calon Ketua RT dari Kelurahan Pancur.
Pemuda yang telah menetap sejak 2018 ini maju dengan membawa gagasan pembaruan di tingkat lingkungan.
Fahmi menekankan pentingnya pembaruan data warga sebagai langkah awal menciptakan tata kelola yang lebih baik.
Menurutnya, data yang akurat akan berdampak langsung pada ketepatan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.
Selain itu, ia juga mendorong transparansi dalam setiap proses di tingkat RT, baik dalam pemilihan maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.
Ia ingin memastikan bahwa warga dapat dengan mudah mengakses informasi dan ikut terlibat dalam pengambilan keputusan.
Di bidang sosial, Fahmi menaruh perhatian pada persoalan pendidikan, khususnya terhadap anak-anak yang putus sekolah.
Ia berencana melakukan pendekatan langsung untuk memahami kendala yang dihadapi, serta menjalin kerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah guna mencari solusi, termasuk kemungkinan bantuan biaya pendidikan.
Tak hanya itu, sebagai pelaku usaha yang dekat dengan lingkungan pemuda, Fahmi juga ingin merangkul generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan positif dan terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran maupun aktivitas tidak produktif.
Ia berharap keberadaan RT tidak hanya menjadi struktur administratif, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah.
Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan, kesiapan aparatur kelurahan, serta mulai tumbuhnya partisipasi dari berbagai kalangan termasuk generasi muda, pemilihan RT dan RW di Pangkalpinang tahun ini diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang lebih inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (dnd)








