TOBOALI, LASPELA – Ratusan warga Tionghoa memadati perkuburan Yayasan Dharma Bhakti untuk melaksanakan sembayang kubur atau ceng beng.
Tampak perlengkapan ceng beng ataupun sembahyang kubur sangat ramai sekali di Perkuburan Yayasan Dharma Bhakti di Jalan Toboali Sadai yang tepat di depan SPBU Puput.
Sejak dini hari peziarah sudah meramaikan perkuburan Tionghoa itu. Kedatangan pengunjung untuk berdoa di makam para leluhur.
Selain itu para pengunjung juga membawa berupa buah-buahan (samkuo), ayam atau babi (sam sang), arak, aneka kue, makanan vegetarian (cai choi), serta uang kertas (kim cin) yang dibakar sebagai simbol persembahan.
Tak hanya itu, masyarakat juga membakar hio atau dupa sebagai bagian dari prosesi penghormatan kepada leluhur. Suasana di area pemakaman, tampak semarak dengan aktivitas warga yang melaksanakan ritual secara khidmat dan penuh kekeluargaan ini.
Sementara Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menyampaikan ucapan selamat merayakan Ritual Ceng Beng atau Sembahyang Kubur kepada masyarakat Tionghoa di Kabupaten Bangka Selatan.
Perayaan Ceng Beng di Perkuburan Yayasan Dharma Bhakti Tionghoa Toboali, merupakan tradisi penting yang sarat makna, khususnya dalam menjaga nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ritual ini menjadi simbol kuat rasa cinta dan bakti masyarakat Tionghoa kepada para leluhur, yang tetap dijaga meskipun anggota keluarga berada di perantauan. Momen Ceng Beng ini kerap dimanfaatkan oleh keluarga untuk pulang kampung dan berkumpul bersama, mempererat hubungan kekeluargaan.
“Ritual Ceng Beng diawali dengan kegiatan membersihkan kuburan atau pendem yang umumnya dilakukan sekitar 10 hari sebelum puncak perayaan,” kata Debby Vita Dewi di Toboali, Minggu (5/4/2026).
Debby mengungkapkan puncak pelaksanaan Ceng Beng sendiri jatuh setiap tanggal 5 April dalam kalender Masehi, yang menjadi waktu utama untuk melaksanakan sembahyang kubur.
“Pada hari pelaksanaan, masyarakat mulai melakukan ritual sejak dini hari hingga terbit fajar, dengan membawa berbagai perlengkapan sembahyang,” ungkapnya.
Ia berharap dengan terlaksananya perayaan ceng beng dapat memberikan keberkahan kepada umat tionghua di Bangka Selatan.
“Semoga dengan perayaan ceng beng tersebut dapat membawa berkah bagi leluhur warga kita khusus di Toboali. Inilah bentuk toleransi dalam beragama di Bangka Selatan yang terus kita jaga sampai saat ini,” pungkasnya. (Pra)








