SUNGAILIAT, LASPELA — Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pengecekan dan pengambilan sampel limbah yang mencemari Pantai Turun Aban pada hari ini Kamis (2/4/2026).
Di mana sejak sejak Minggu (29/3/2026) hingga Selasa (31/3/2026) lalu tiga pantai yang menjadi destinasi wisata di Kabupaten Bangka yakni Pantai Turun Aban, Pantai Matras dan Pantai Tanjung Kelayang tercemar limbah berupa lumpur kental.
Padahal sebelumnya ketiga pantai ini memiliki air yang jernih dengan pemandangan indah.
Limbah lumpur yang mencemari ketiga pantai itu ditandai dengan air laut berwarna hijau pekat, berbau busuk, berbusa dan berminyak.
Terkait tercemarnya tiga pantai di Kecamatan Sungailiat ini Kepala DLH Kabupaten Bangka Ismir Rachmaddinianto, menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengecek limbah yang mencemari pantai tersebut.
“Tim kami sekarang lagi di lapangan bersama DLHK provinsi,” kata Ismir saat dikonfirmasi Laspela, Kamis (2/4/2026).
Sebelumnya DLH Bangka sudah melakukan pengecekan ke Pantai Turun Aban untuk melakukan pemeriksaan limbah tersebut
Selanjutnya pada hari ini Kamis (2/4/2026) Tim DLH Bangka bersama DLH provinsi bersama-sama kembali turun langsung melakukan pengecekan.
Untuk melakukan pengecekan di ketiga pantai itu pihaknya mengerah drone.
“Kami menggunakan drone juga. Kemarin tim lab kami juga turun, karena di luar kemampuan kami, maka kami minta bantuan pihak DLHK provinsi,” jelas Ismir.
Pihaknya belum mengetahui penyebab limbah di Pantai Turun Aban, Pantai Matras dan Pantai Tanjung Kelayang.
“Kita belum tahu masih menunggu hasil tim hari ni dulu. Kami dapat infonya di Selasa (31/3/2026). Kalau dikategorikan limbah pun belum bisa dipastikan sebelum keluar hasil labnya,” kata Ismir.
Untuk itu jika sudah ada hasil laboratorium dari DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pihaknya akan memberitahu hasilnya ke masyarakat. (chy)



