PANGKALPINANG, LASPELA – Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri, mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi di tengah situasi geopolitik dunia yang tidak menentu menjelang berakhirnya bulan Ramadan dan datangnya Idul Fitri.
Menurutnya, Indonesia merupakan bagian dari masyarakat dunia sehingga berbagai dinamika global, termasuk konflik internasional, dapat memberikan dampak secara tidak langsung kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan agar keimanan umat tidak tercoreng oleh sikap saling menyalahkan atau memperuncing perbedaan.
“Kita jangan sampai mudah diprovokasi. Perbedaan pandangan maupun mazhab jangan diperuncing sehingga merusak persatuan umat,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Fadillah menilai situasi global saat ini membutuhkan kedewasaan sikap masyarakat agar tetap menjaga ketenangan dan persaudaraan.
Ia berharap umat Islam dapat menjadikan momentum Idul Fitri untuk memperkuat ketakwaan serta mempererat silaturahmi.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi dampak krisis global terhadap kondisi ekonomi, termasuk kemungkinan kenaikan harga energi akibat konflik internasional.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kepanikan masyarakat justru dapat memperburuk keadaan. Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas,” katanya.
Fadillah juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Ia berharap pemerintah dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan, termasuk potensi gangguan produksi.
“Ketahanan pangan itu sangat penting. Kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaganya, negara bisa goyah,” katanya.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Fitri secara sederhana dan tidak berlebihan. Menurutnya, makna Lebaran sejatinya bukan terletak pada kemewahan atau banyaknya hidangan, tetapi pada peningkatan keimanan serta memperkuat hubungan silaturahmi.
“Lebaran bukan memperbanyak makanan di rumah, tetapi memperkuat keimanan dan silaturahmi. Dalam kondisi seperti ini kita harus hidup hemat, cermat, dan bersahaja,” ujarnya.
Fadillah berharap momentum Idul Fitri dapat membawa kedamaian, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah berbagai tantangan global. (dnd)








