Kepala DPUTRP Bangka Tengah Tinjau Titik Banjir di Kelurahan Koba yang Dikeluhkan Warga

Avatar photo

KOBA, LASPELA – DPUPRP Bangka Tengah telah meninjau langsung titik banjir yang sempat dikeluhkan warga di Jalan Kenanga Atas, Kelurahan Koba.

Hasil peninjauan tersebut, ditemukan adanya penyempitan saluran drainase yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir.

Penyempitan terjadi akibat bangunan yang berdiri di atas atau di sekitar sempadan saluran, sehingga lebar drainase sekitar dua meter menyempit menjadi hanya sekitar 60 sentimeter.

Kepala DPUPRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra mengatakan, ia menerima informasi Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus bersama anggota Komisi II DPRD telah melakukan peninjauan ke lokasi banjir.

“Saya mendapat informasi dari staf, Ketua DPRD Batianus meninjau tiitk banjir di Koba. Memang pada awal Februari lalu sempat terjadi banjir di ruas jalan nasional tersebut,” katanya, Selasa (10/3/2026).

Sebelumnya DPUTRP Bangka Tengah telah melakukan beberapa langkah penanganan, di antaranya pembersihan drainase di depan Kelenteng Koba guna memperlancar aliran air.

Namun, setelah dilakukan analisa lebih lanjut, ditemukan adanya penyempitan saluran yang harus ditangani terlebih dahulu melalui musyawarah dengan pemilik lahan.

“Sudah kami analisa dan kaji, memang harus dimusyawarahkan karena ada penyempitan drainase akibat adanya bangunan. Jadi perlu dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pemilik lahan,” jelasnya.

Menurut Fani, pemilik lahan tersebut saat ini diketahui sedang berada di Jakarta, sehingga pihaknya berharap ada bantuan dari pihak kelurahan untuk membantu proses komunikasi.

“Ternyata pemilik lahannya tidak berada di Bangka Belitung, melainkan sedang di Jakarta. Kami berharap ada bantuan dari kelurahan untuk melakukan pendekatan komunikasi agar saat perbaikan drainase dilakukan tidak ada kendala,” tambahnya.

Guna mengatasi permasalahan banjir tersebut, DPUPRP telah menyiapkan beberapa rencana penanganan.

Di antaranya pembangunan saluran primer sepanjang 120 meter di samping Dapur Wita, pembangunan drainase sepanjang 150 meter di lahan sitaan Kejaksaan Agung, serta mengusulkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk pembangunan box culvert di depan Kelenteng di Jalan Kenanga Atas.

“Perlu ada perbaikan karena terjadi penyempitan. Saluran harus dikembalikan ke kondisi semula sesuai dengan lebar dan tinggi awalnya,” tegas Fani.(pri)

[Heateor-SC]