KOBA, LASPELA – Sektor pertambangan timah dinilai telah melemah di Kabupaten Bangka Tengah, maka Pemda mendorong beralih fokus ke sektor lainnya.
Di antaranya, Pemkab Bangka Tengah bisa fokus pembangunan ke sektor perikanan, pertanian, dan UMKM sebagai penopang ekonomi baru masyarakat.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, selama ini industri timah memang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Namun, prediksi kami ke depan, hal ini tidak serta-merta menjadi lokomotif pembangunan,” katanya, Rabu (25/2/2026).
Pemkab menyiapkan strategi penguatan sektor perikanan, UMKM dan pertanian sebagai sektor unggulan baru sebagai langkah antisipatif.
Gerakan peralihan ini sudah mulai berjalan. Pengembangan hortikultura digencarkan di sejumlah kecamatan seperti Lubuk Besar, Koba, Sungaiselan, dan Simpang Katis.
Masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas tambang mulai diarahkan untuk beralih ke sektor pertanian.
“Semua sudah mulai kita gerakkan. Kegiatan yang sebelumnya di tambang, kita ajak untuk beralih dan berlari ke sektor pertanian,” ucapnya.
Selain itu, sektor UMKM juga terus didorong agar tumbuh selaras dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Salah satunya dengan membuka stan-stan UMKM selama bulan Ramadan guna membantu pemasaran produk olahan lokal.
“Kita buka stand UMKM agar produk yang dihasilkan bisa laku dan berkembang,” katanya.
Di sektor perikanan, pemerintah daerah juga berencana mengembangkan sentra-sentra nelayan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi pesisir.
Diversifikasi ekonomi ini penting agar Bangka Tengah tidak lagi bergantung pada satu sektor, sekaligus menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.(pri)



