Menerangi Serumpun Sebalai

Konsisten Meniti Karier

* Merry Tjong

Avatar photo

Di Bangka Belitung, nama Merry Tjong bukan sekadar dikenal, tapi diingat. Banyak orang menyebutnya sebagai satu-satunya MC wanita Tionghoa di Bangka yang konsisten meniti karier dengan penuh dedikasi.

Merry tumbuh sebagai perempuan yang akrab dengan dunia komunikasi. Pendidikan S1-nya di London School of Public Relations, jurusan Mass Communication, menjadi fondasi kuat yang membentuk cara berpikir dan profesionalismenya hari ini.

Sebelum dikenal luas di Bangka, perempuan kelahiran Pangkalpinang, 8 Mei 1985 ini sempat menetap di Jakarta.

Ia pernah bekerja di ANTV sebagai reporter, sekaligus merintis langkah sebagai MC. Tetapi saat itu, prioritas hidupnya adalah keluarga. Anak-anaknya masih kecil. Dunia kerja berjalan beriringan dengan perannya sebagai ibu dan ia memilih melangkah pelan, tanpa tergesa.

Tahun 2020 menjadi titik balik. Pandemi COVID-19 membuatnya dan keluarga memutuskan kembali ke Pangkalpinang. Keputusan itu bukan akhir dari karier justru menjadi awal dari babak baru.

Baca Juga  Kolaborasi PT TIMAH, Pemerintah Kabupaten Bangka dan Warga Ubah Kolong AKHLAK Jadi Kawasan Produktif

Di kampung halaman, Merry mulai mengisi acara ulang tahun, wedding, hingga berbagai event komunitas. Tanpa promosi besar-besaran, tanpa menawarkan diri ke vendor-vendor pernikahan.

Tawaran datang secara alami, dari mulut ke mulut. Orang-orang menyukai caranya membawakan acara: rapi, sopan, penuh empati.

Belakangan, ia semakin dipercaya membawakan acara-acara formal. Dari panggung hiburan hingga forum resmi. Tantangannya tentu berbeda.

“Rundown sering berubah-ubah, dan penyebutan nama-nama pejabat harus lengkap,” ujarnya.

Di situlah ketelitian dan latar belakang PR-nya berbicara. Bagi Merry, menjadi MC bukan sekadar membacakan susunan acara. Ia harus memahami inti kegiatan, menangkap pesan yang ingin disampaikan, dan menjaga suasana tetap elegan.

Tahun 2025, Merry kembali menambah warna dalam kariernya. Ia terjun sebagai penyiar radio di El John Bangka dengan program “Ni Hau El John” program khusus lagu-lagu Mandarin.

Baca Juga  Perjuangan Habibi Melawan Hirschsprung, Bantuan PT TIMAH Ringankan Beban Keluarga

Di ruang siaran, suaranya terasa lebih personal. Ia bukan hanya membacakan skrip, tetapi membangun kedekatan. Program itu menjadi ruang kecil yang menghubungkan budaya, nostalgia, dan identitas Tionghoa di Bangka.

Selain sebagai MC, singer, dan penyiar, Merry juga menjabat sebagai Business Manager El John Media Bangka. Perannya kini bukan hanya di depan layar atau panggung, tetapi juga di balik strategi dan pengembangan media.

Baginya, sisi menyenangkan dari profesi ini adalah relasi. “Semakin memiliki banyak teman dan wawasan,” katanya.

Setiap acara mempertemukannya dengan orang-orang baru, cerita baru, dan perspektif yang berbeda.

Ketika diminta berbagi tips, jawabannya sederhana: learning by doing.

“Harus banyak bertanya dan mengerti inti dari sebuah acara,” ujarnya.

Tak ada resep instan. Tak ada jalan pintas. Ia percaya pengalaman adalah guru terbaik. Terjun, belajar, evaluasi, lalu melangkah lagi. (rul)