Ayo Semarakkan Pawai Tanglong Sambut Ramadan di Sungailiat, Berhadiah Jutaan Rupiah

Avatar photo
Kepala Disparbud Bangka, Rismi Wiramadonna, (dok)

SUNGAILIAT, LASPELA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka berkolaborasi dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bangka akan menggelar Pawai Tanglong atau obor.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.

Kepala Disparbud Bangka, Rismi Wiramadonna mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 15 Februari 2026 mendatang setelah shalat Isya.

“Pawai Tanglong ini akan dimulai dari Masjid Agung Sungailiat, kemudian melintasi Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Imam Bonjol, dan kembali finish di Masjid Agung Sungailiat,” kata Rismi, Jum’at (13/2/2026).

Menurut Rismi, pawai ini digelar sebagai pengganti Pawai Ta’aruf yang dalam dua tahun terakhir tidak dilaksanakan.

“Kita sudah dua tahun terakhir tidak mengadakan Pawai Ta’aruf. Jadi ini sebagai penggantinya, dengan peruntukan bagi anak-anak, remaja masjid, serta TPA/ TPQ dan umum. Kami juga berencana mengajak OPD untuk ikut serta,” jelasnya.

Panitia menargetkan lebih dari 30 peserta dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dimana setiap tim minimal terdiri dari 16 orang.

“Kami harap yang mendaftar bisa lebih dari 30 peserta. Masih ada waktu, jadi peserta diminta mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal,” katanya.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga berencana menghadirkan marching band.

Selain itu, total hadiah sebesar Rp15 juta telah disiapkan bagi para pemenang juara 1, 2, 3, dan kategori favorit sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas peserta.

Adapun kriteria penilaian meliputi kreativitas desain tanglong atau lampu hias bernuansa Islami, kekompakan tim, inovasi, serta estetika tampilan.

Rismi menambahkan, konsep Tanglong ini sebelumnya telah berkembang di Desa Karya Makmur yang rutin menggelar kegiatan serupa setiap tahun.

Tahun ini, konsep tersebut diangkat ke tingkat kabupaten agar lebih meriah dan melibatkan lebih banyak peserta.

“Festival Ramadan ini akan lebih terasa jika diawali dengan Pawai Tanglong,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia, termasuk larangan penggunaan kembang api, guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung. (mah)

[Heateor-SC]