PANGKALPINANG, LASPELA – Jarak tempuh yang akan dihadapi jemaah Bangka Belitung pada puncak haji tahun ini di Tanah Suci, tepatnya ketika berada di Mina kemungkinan akan jauh dengan lokasi lempar jumrah (jamarat).
Puncak haji di Mina berlangsung pada 10-13 Zulhijjah, jemaah menginap dan melontar jumrah. Jemaah tinggal di tenda-tenda di Mina untuk melontar Jumrah Aqabah (10 Zulhijjah), dilanjutkan Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11-13 Zulhijjah.
Plt Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Kota Pangkalpinang, Emilia mengatakan jemaah asal Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang akan menempati wilayah di Mina Jadid, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi lempar jumrah (Jamarat).
Mina Jadid adalah area perluasan Mina (tausi’ul Mina) yang digunakan untuk mabit (bermalam) jemaah haji saat tenda di Mina Qadim (Mina lama) sudah penuh.
Jarak ke Jamarat ke Mina Jadid berjarak sekitar 7-8 km dari jembatan Jamarat. Jarak ini menyebabkan jamaah harus menempuh perjalanan kaki yang jauh (pulang-pergi bisa mencapai 14 km) untuk melempar jumrah.
“Jadi disarankan untuk calon jemaah haji mulai sekarang untuk melatih fisik, mulai lah berjalan kaki, olahraga, jaga kesehatan,” kata Emilia disela manasik haji nasional di Asrama Haji Bangka Belitung, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, faktor kesehatan menjadi perhatian serius, terutama karena banyak calon jemaah yang telah berusia lanjut akibat panjangnya masa tunggu.
“Kendala kita saat ini masalah kesehatan untuk lansia mengingat daftar tunggu yang terlalu lama, karena banyak juga Calhaj kita asal Kota Pangkalpinang yang sudah lansia,” sebutnya.
Emilia menjelaskan, dalam manasik ini para jemaah mendapatkan materi terkait aturan-aturan haji dan umrah, termasuk perubahan kebijakan terbaru dari pemerintah.
“Untuk aturan dari Kemenhaj ada perubahan jika dibandingkan di tahun sebelumnya, seperti aturan boleh berangkat haji lagi dulu harus menunggu 10 tahun baru boleh berangkat lagi, tapi sekarang harus menunggu 18 tahun baru boleh diperbolehkan berangkat haji lagi,” kata Emilia.
“Selain itu daftar tunggu, dulu Bangka Belitung harus menunggu selama 30 tahun, tapi Alhamdulillah sekarang berdasarkan kebijakan yang baru dari Presiden daftar tunggu 26 tahun,” tambahnya.
Ia menyampaikan, kesiapan calon jemaah haji Pangkalpinang saat ini sudah hampir 70 persen.
“Dokumen keberangkatan sudah selesai semua, dan visa nya juga Insyaallah sudah keluar, tinggal vaksinasi yang mana biasanya dilakukan menjelang keberangkatan,” ujarnya.
Jemaah juga akan mengikuti rangkaian manasik selama sepekan, para jemaah langsung praktek peragaan atau simulasi tata cara pelaksanaan ibadah haji. (chu)









