Menerangi Serumpun Sebalai

Pertamina Janji Pasokan Elpiji Aman, Ahmadi Sofiyan: Kita Tunggu!

Avatar photo
Stafsus Gubernur Babel, Ahmadi Sofiyan

PANGKALPINANG, LASPELA – Tokoh masyarakat sekaligus Stafsus Gubernur Babel, Ahmadi Sofiyan memberikan apresiasi kepada DPRD Babel telah mendengar apa yang menjadi keluhan dari masyarakat Babel dalam hal ini diwakili oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) terkait kelangkaan LPG 3 Kilogram.

“Tujuan kita ke DPRD Babel untuk memfasilitasi aspirasi dan mencari solusi dari kawan-kawan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) yang mengeluh kepada kita terkait kelangkaan LPG 3 Kilogram,” ujarnya kepada awak media usai menghadiri audiensi dengan DPRD Babel bersama APKLI Babel, Pertamina di ruang Banmus, Senin (2/2/2026).

Disampaikan Ahmadi, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan beberapa hal kepada DPRD Babel diantaranya pertama terkait kelangkaan gas LPG 3 Kilogram, yang masyarakat khususnya Pedagang kaki lima dengan terpaksa harus menutup usaha mereka. Dan ini sudah terjadi hampir satu bulan.

“Kedua, kita ingin meminta kepastian kepada pihak Pertamina jelang Ramadan dan Idulfitri dan itu tidak langka,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar kedepan tidak terjadi kelangkaan, sehingga tidak mematikan perekonomian khususnya Pedagang kaki lima.

Baca Juga  Perjuangan Habibi Melawan Hirschsprung, Bantuan PT TIMAH Ringankan Beban Keluarga

“Kita berharap Pertamina dapat mendengar apa yang menjadi keluhan dan aspirasi kami, karena permasalahan yang terjadi kelangkaan gas elpiji ini merupakan hajat hidup orang banyak bukan hanya pedagang kaki lima saja,” jelasnya.

Selain itu, dari Pertamina sendiri menyebutkan terjadinya kelangkaan gas LPJ dikarenakan faktor cuaca.

Menanggapi hal tersebut, Ahmadi Sofiyan menilai bahwa Pertamina tidak ada kecerdasan mereka dalam menyikapi hal ini. Karena permasalahan ini terjadi hampir setiap tahun.

“Kita berharap  Pertamina dalam lebih cerdas lagi mengantisipasi permasalahan ini jangan sampai terulang lagi,” harapnya.

“Untuk langkah selanjutnya kita menunggu janji dari Pertamina yang mana menyebutkan bahwa mulai 5 Februari pasokan gal LPG 3 Kilogram kembali normal,” pungkasnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran gas LPG 3 Kilogram di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali normal setelah sempat mengalami kelangkaan akibat terlambatnya distribusi jalur laut dikarenakan faktor cuaca.

“Kita mengamakan stok dan suplay LPG 3 Kilogram di Bangka Belitung supaya tidak ada lagi kendala menjelang Ramadan dan Idulfitri jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” kata Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Bangka Belitung, Wicaksono usai menghadiri audiensi dengan DPRD Babel bersama APKLI Babel di ruang Banmus, Senin (2/2/2026).

Baca Juga  Kolaborasi PT TIMAH, Pemerintah Kabupaten Bangka dan Warga Ubah Kolong AKHLAK Jadi Kawasan Produktif

Disampaikan Wicaksono, pihaknya memastikan pasokan LPJ 3 Kilogram akan kembali normal mulai 5 Februari 2026.

“Pak GM Pertamina sudah menyampaikan dihadapan Pimpinan dan anggota DPRD, APKLI serta perwakilan masyarakat, bahwa mulai 5 Februari InsyaAllah pasokan LPJ 3 Kilogram kembali normal,” ujarnya.

Lanjut Wicaksono, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kelangkaan seperti ini, pihaknya akan menambah pasokan LPJ 3 Kilogram satu kapal untuk setiap bulan, guna membackup kebutuhan tambahan itu.

“Memang kemarin itu terjadinya kelangkaan kendalanya karena cuaca ekstrem hampir terjadi sekitar 3-4 hari kapal kita tidak bisa jalan, sehingga itu yang menyebabkan cadangan stok yang ada di Babel tergerus,” tutupnya. (chu)