Pemilik Pangkalan Gas Pastikan Pasokan Gas LPG 3 Kilogram Sudah Aman, Sempat Telat Karena Cuaca

Avatar photo
Pemilik Pangkalan Gas di Air Anyut, Linda, Jum'at (30/1/2026).

SUNGAILIAT, LASPELA — Pemilik Pangkalan LPG 3 kilogram di Lingkungan Air Anyut, Linda memastikan pasokan gas subsidi di wilayahnya dalam kondisi aman, meskipun sempat mengalami kendala keterlambatan pengiriman sebelumnya.

Linda menjelaskan, keterlambatan distribusi yang terjadi beberapa waktu lalu hanya bersifat sementara dan saat ini pasokan kembali berjalan normal.

“Memang sempat terkendala pengiriman, telat sekitar dua sampai tiga hari karena faktor cuaca. Tapi barang tetap diantar dan stok yang sempat terhambat itu diganti,” kata Linda, Jumat (30/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa saat ini pihak agen sedang mengejar target pemenuhan terkait keterlambatan pasokan yang sebelumnya terjadi.

“Kalau bahasa orang (agen) itu digantung. Sekarang mereka masih mengejar kekurangan stok itu dan harus tercapai sampai akhir bulan,” ujarnya.

Dalam pendistribusian, Linda mengaku mengutamakan warga yang telah terdata dalam kartu keluarga (KK) pangkalan.

Saat ini terdapat 218 KK yang terdaftar sebagai penerima LPG 3 kilogram di pangkalannya.

“Kami memang mengutamakan KK yang kami kumpulkan dulu, kalau orang yang minta diluar KK kami gak ngasih, karena kami mengutamakan warga kami dulu,” jelasnya.

Namun demikian, Linda mengatakan LPG tetap bisa diberikan kepada warga di luar data KK apabila masih terdapat sisa stok setelah batas waktu distribusi kepada warga terdaftar, dengan harga yang sama dengan pembeli lainnya yakni Rp20 ribu per tabung.

“Kalau gas datang sore, kami tunggu sampai sore besok. Kalau masih ada sisa, baru kami kasih ke warga di luar KK. Begitu juga kalau datang pagi, ditunggu sampai pagi besok,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, distribusi LPG dilakukan dua kali dalam seminggu, dengan jumlah sekitar 80 tabung per pengiriman.

Namun pada akhir bulan, jumlah pasokan biasanya meningkat hingga 100 tabung, meskipun tidak selalu terjadi setiap bulan.

Untuk pengaturan kuota, Linda menyebutkan setiap rumah tangga mendapatkan jatah maksimal tiga tabung per bulan, sementara pelaku UMKM memperoleh jatah hingga sembilan tabung per bulan.

“Jadi kalau untuk rumah tangga lewat dari 3 tabung dalam satu bulan kami tidak kasih lagi,” tukasnya. (mah)

[Heateor-SC]