Pengelola Kapal Munic Sebut Tak Melanggar SOP, Insiden Terjadi karena Cuaca 

Avatar photo
 Tangkapan layar mobil truk menimpa minibus saat berada di atas kapal Munic tujuan Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

MENTOK, LASPELA  — Pihak manajemen PT. Munic Line menanggapi insiden yang terjadi diatas kapal Munic pada pelayaran rute Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumsel ke Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, pada Kamis (22/1/2026) malam.

Saat itu, satu unit mobil minibus ringsek setelah ditimpa truk yang tumbang karena kehilangan keseimbangan saat berada di atas kapal.

Pihak manajemen Munic, Dadan menyampaikan, insiden tersebut terjadi disebabkan cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang tinggi saat kapal sedang berlayar.

“Cuaca saat ini kurang bagus, kalau korban tidak ada, terus prosedur sudah kita lakukan, itu di video ada tali lashing yang putus, sudah diganjel. Itu putus karena ombak sampai 1,5 meter. Itu murni karena cuaca, tali lashing terputus,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya,  video berdurasi 55 detik yang memperlihatkan mobil truk berwarna hijau bergoyang dan menimpa minibus berwarna silver, viral di media sosial (medsos) pada, Jumat (23/1/2026).

Video itu direkam pada Kamis malam, dimana mobil tersebut merupakan muatan kapal PT Munic Line dengan rute Pelabuhan Tanjung Api-api ke Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

Muatan kapal tersebut terlihat melanggar standar operasional prosedur (SOP), dimana mobil yang dimuat dalam kapal tidak diikat, sehingga bergoyang hebat dan menimpa kendaraan lain.

GM ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo menyampaikan, kapal tersebut berhasil di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) pukul 19.00 WIB.

“ASDP hanya operator pengelola Pelabuhan, kejadian semalam itu di kapal di non ASDP,  artinya bukan dalam tanggung jawab atau kuasa ASDP,” ucapnya, Jumat (23/1/2026).

Cahyo juga menyampaikan, pihaknya juga tidak monitor terlalu jauh, karena memang sudah tanggung jawab manajemen masing-masing penyedia angkutan.

“Kalau terkait kejadian kapan dan dimana, bisa konfirmasi ke pihak penyedia. Karena kami tidak monitor sedalam itu,” ucapnya.

Cahyo mengatakan, saat ini pihak penyedia harus benar-benar memperhatikan SOP sebelum keberangkatan, lantaran cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi sering terjadi.

“Secara SOP (kendaraan) harus diikat, iya betul. Karena kalau tidak diikat stabil, apalagi cuaca seperti ini. Di mana gelombang membuat kapal bergejolak, posisinya kapal tidak jalan itu perlu diperhatikan,” ujarnya.  (oka)

 

 

[Heateor-SC]