MENTOK, LASPELA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat sebanyak 180 warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2025 lalu.
Angka tersebut tidak mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, namun Kepala Dinkes Babar, Rangkuti meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan suapaya tidak terjangkit.
“Awal tahun tidak ada kenaikan penyakit, hanya saja kita waspada, karena biasanya yang mengancam itu kan DBD dan malaria, karena banyaknya genangan air,” ucapnya, Selasa (6/1/2026).
Pihaknya sendiri tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan memantau setiap titik yang dianggap rawan supaya tidak terjadi penyebaran penyakit mematikan tersebut.
“Inovasi kami tidak berubah seperti tahun sebelumnya kita melakukan PSN dan pemantauan, pengawasan. 8 puskesmas dan rumah sakit selalu memantau kondisi di wilayah masing-masing,” katanya.
Pada musim penghujan tahun 2025 ini, diprediksi akan berlangsung hingga bulan maret 2026 mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memperhatikan lingkungannya masing-masing.
“Bersihkan lingkungan dari sampah dan genangan air, karena pencegahan ini merupakan tugas kita bersama,” ujarnya. (oka)






