PANGKALPINANG, LASPELA – Lembaga Pendidikan dan Kursus (LPK) Atma Luhur menjadi tuan rumah kegiatan Pengimbasan Magang Instruktur Aplikasi Perkantoran Tahap III.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur ini diikuti oleh 10 instruktur dari lima LKP di Pangkalpinang, Bangka Tengah, dan Sungailiat.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi instruktur untuk memperkuat mutu pelatihan berbasis vokasi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan pengimbasan ini difasilitasi oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Program ini bertujuan untuk memperluas transfer pengetahuan dan pengalaman hasil magang instruktur agar dapat diterapkan oleh lembaga pelatihan di daerah.
Supriyono, Widyaprada Ahli Madya, Direktorat Jenderal Vokasi, Kemendikdasmen RI menekankan pentingnya akses layanan pendidikan yang merata bagi semua lapisan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua, termasuk anak-anak dari keluarga kurang beruntung dan daerah terpencil.
Program kursus di LKP menjadi solusi agar anak-anak yang tidak bersekolah tetap bisa memperoleh keterampilan melalui pelatihan vokasi.
“Target program ini adalah meningkatkan kompetensi instruktur, terutama yang masih berada di level rendah. Dengan pengimbasan ini, 116 instruktur yang telah dimagangkan ke industri bisa menulari 1.000 instruktur di 60 lokasi seluruh Indonesia,” ujar Supriyono.
Ia mengatakan jika ni salah satu bentuk akselerasi agar transfer pengetahuan bisa cepat dan masif, meski waktu pemagangan industri terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang
Erwandy menilai pengimbasan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas instruktur nonformal di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, instruktur yang dilatih di pusat memiliki kompetensi yang memadai sehingga dapat menyalurkan ilmu dan keterampilan kepada peserta kursus di daerah.
“Oleh karena itu, kami berharap instruktur yang telah mengikuti pelatihan ini mampu mentransfer knowledge dengan cepat. Kompetensi mereka akan langsung berdampak pada kualitas pembelajaran di lembaga kursus nonformal,” kata Erwandy.
Perkembangan zaman juga dinilainya menuntut instruktur terus meng-upskill dan beradaptasi dengan literasi digital, agar pelatihan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Sementara itu Arfian Chandradinata Ketua TUK TIK Atma Luhur menjelaskan bahwa instruktur Atma Luhur yang mengikuti magang di industri selama 10 hari kini diwajibkan untuk mengimbaskan ilmu kepada 10 instruktur di Bangka Belitung.
Kegiatan pengimbasan berlangsung satu hari secara offline, dan akan dilanjutkan lima hari secara online untuk mendukung transfer pengetahuan secara menyeluruh.
“Materi yang diimbaskan meliputi pembuatan materi ajar, praktik pengajaran, dan standar industri yang diterapkan di tempat magang. Ini agar instruktur nonformal di Bangka Belitung dapat mengadopsi metode yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Arfian.
LPK Atma Luhur di Kota Pangkalpinang sendiri menjadi lembaga yang paling konsisten menjaga kualitas instruktur. Hal ini membuktikan kesiapan dalam mendukung program sertifikasi kompetensi nasional.
Lalu Janis Hendratet Perwakilan Asosiasi Profesi dan Forum LSK Pusat menekankan pentingnya peran lembaga sertifikasi kompetensi dalam memastikan kualitas instruktur TIK di seluruh Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa TUK Atma Luhur menjadi contoh lembaga yang mampu mengimbaskan keterampilan secara efektif dari pusat ke daerah.
“Pengimbasan instruktur sangat penting untuk mempercepat transfer keterampilan dari kebijakan pusat ke daerah. Model ini memungkinkan instruktur yang sudah terlatih di industri menjadi simpul pengembangan kompetensi di daerah masing-masing,” ujar Janis.
Dengan kegiatan ini, lembaga kursus nonformal dapat memastikan standar kompetensi instruktur sesuai dengan penilaian lembaga sertifikasi independen nasional, sehingga sertifikat yang diterima peserta memiliki pengakuan resmi. (dnd)







