Pemkot dan Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi Pasca Demo, Libatkan Kampus dan Sekolah Jaga Kondusifitas Kota

Avatar photo
apat Koordinasi Pasca Demo di Lingkup Pemerintah Pangkalpinang serta Forkopimda Kota Pangkalpinang, berlangsung di Ruang Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (9/9/2025).

PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Polresta Pangkalpinang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Tim Penanganan Konflik pasca berlangsungnya aksi demonstrasi besar di Kota Pangkalpinang.

Kota Pangkalpinang sendiri menjadi titik transit massa dari berbagai kabupaten menuju Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, dan dihadiri oleh Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners, serta mengundang berbagai unsur masyarakat, mulai dari dosen, pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah, hingga Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota Pangkalpinang.

Dalam arahannya, Pj Wali Kota menekankan pentingnya menjaga keamanan pasca aksi unjuk rasa, serta mewaspadai potensi gangguan ketertiban yang bisa timbul dari euforia atau provokasi lanjutan.

“Alhamdulillah, aksi demo berlangsung damai, dan Pangkalpinang tetap adem. Ini berkat kerja sama kita semua. Tapi sekecil apapun potensi riak yang bisa menimbulkan konflik harus diantisipasi sejak awal,” tegas Unu, Selasa (9/9/2025).

Ia menyampaikan bahwa meskipun para demonstran berasal dari luar Kota Pangkalpinang, namun sebagai ibu kota provinsi, wilayah ini tetap harus bertindak sebagai “tuan rumah” yang mengutamakan pendekatan persuasif dan pelayanan keamanan yang profesional.

“Demo-nya ada dari Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, bahkan ada dari luar provinsi. Tapi dalam konteks pengamanan, kita di Polresta dan Pemkot yang jadi tuan rumah. Jadi harus kita sambut dengan cara yang damai dan terukur, karena Pangkalpinang ini menjadi transit dan menjadi tempat titik kumpulnya,” ujarnya.

Unuk itu Unu menekankan perlunya sinergi antar lembaga, khususnya dengan dunia pendidikan, untuk mencegah keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa yang tidak terarah.

“Kita tidak melarang demonstrasi, itu hak warga negara. Tapi penting bagi kita untuk mengedukasi pelajar dan mahasiswa agar tidak terlibat secara emosional atau ikut-ikutan, apalagi tanpa memahami isu yang sebenarnya,” ujarnya.

Karena itu, pada rapat ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah secara khusus mengundang para pimpinan kampus, dosen, kepala sekolah, serta Dinas Pendidikan untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan memberikan edukasi langsung kepada anak didik mereka.

“Jangan sampai demo menjadi tontonan atau ajang coba-coba bagi para pelajar. Kita harus hadir untuk mengarahkan mereka,” tambah Unu.

Selain membahas soal aksi demonstrasi, rapat ini juga menjadi forum apresiasi kepada masyarakat atas terselenggaranya Pilkada yang aman dan damai di Kota Pangkalpinang.

Pj Wali Kota menyampaikan rasa syukur karena hingga saat ini, proses Pilkada berjalan kondusif, tanpa gugatan hukum, dan menanti pelantikan resmi wali kota dan wakil wali kota terpilih.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, dan seluruh warga. Alhamdulillah, Pilkada kita zero konflik dan insya Allah kita segera menyambut pimpinan baru yang akan membangun Pangkalpinang lebih baik,” tutup Unu. (dnd)

 

[Heateor-SC]