PANGKALPINANG, LASPELA – Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan intensifikasi dan pelayanan KB serentak di Stadion Depati Amir, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta di Kota Pangkalpinang, mulai dari akseptor baru hingga peserta lama yang melakukan pemasangan alat kontrasepsi. Pelayanan meliputi metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) diantaranya implan, IUD, dengan dukungan tenaga medis dari berbagai fasilitas kesehatan.
Ica, salah satu peserta mengaku terbantu dengan adanya pelayanan gratis yang digelar serentak ini. Selain lebih mudah, mereka juga mendapat edukasi langsung dari tenaga kesehatan terkait manfaat dan cara penggunaan kontrasepsi yang tepat.
“Alhamdulillah sangat terbantu, sebelumnya dulu saya pernah juga implant kemudian lepas, melanjutkan KB pil dan suntik, tapi akhirnya agak repot karena harus rutin,” ujarnya usai dilakukan tindakan pemasangan KB implant.
Setelah sempat berganti alat kontrasepsi, Ica kemudian kembali memilih implant sebagai alat kontrasepsi yang lebih modern, jangka waktunya lebih lama, sehingga ia tak harus bolak-balik untuk membeli alat kontrasepsi.
“Kemudian diinformasikan bahwa ada pelayanan KB serentak ini, saya gunakan implant kembali,” cerita ibu dua anak warga Semabung Baru tersebut.
Ia menyebutkan, penggunaan alat kontrasepsi bukan saja untuk mencegah kehamilan, tetapi untuk membangun keluarga yang berkualitas. Baginya, cukup dua anak tapi dirawat dan diberikan kasih sayang yang penuh serta masa depan anak-anaknya bisa lebih direncanakan.
“Cukup lah dua, saya juga sudah tidak muda lagi, malu juga kalau punya anak lagi. Anak-anak sudah besar, tinggal mengurus keperluan pendidikan mereka saja,” tambahnya sumringah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Babel Fazar Supriadi Sentosa mengatakan pelayanan KB serentak ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.
“Hari Kontrasepsi Sedunia bukan hanya sekadar momentum, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga berencana adalah kunci dalam mewujudkan keluarga berkualitas, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan program nasional Bangga Kencana yang mengedepankan pendekatan holistik dalam membangun ketahanan keluarga. Melalui pelayanan KB serentak, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses informasi dan layanan kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap 26 September ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat luas akan pentingnya perencanaan keluarga.
Dengan demikian, kualitas generasi mendatang dapat terus ditingkatkan demi Indonesia Emas 2045. (rul)





