BANGKA BARAT, LASPELA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat (Babar) akan melakukan melakukan penataan ulang kawasan pelabuhan lama yang berlokasi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok atau yang biasa dikenal dengan pelabuhan ikan. Saat ini, Pemkab Babar sedang menjalin komunikasi dengan 2 BUMN untuk menjadikan kawasan itu sebagai pusat perekonomian baru di Babar.
“Kalau dengan Pelindo sedang dibahas atau tahapan untuk MoU, kalau ke PT Timah Tbk sedang dikomunikasikan karena tanah itu aset mereka. Jadi kita akan kerja sama, Pelindo dan PT Timah punya tempat, kita punya kepentingan di situ,” kata Wabup Babar, Bong Ming Ming, Selasa (12/12/2023).
Dalam kerja sama ini, Pemkab Babar telah menyusun dokumen perencanaan bagaimana dua sisi pelabuhan lama itu dapat mendongkrak perekonomian daerah, yaitu membangun pelabuhan pariwisata dan pelabuhan perikanan pada sisi kanan serta kirinya.
“Bukan hanya sekadar hidup saja tetapi secara estetika kelihatan bagus, kedua dari sisi ekonominya berdampak luas untuk masyarakat. Dan pasti ada nilai sejarahnya juga yang kita angkat. Yang inilah maksud saya masuk masterplan dari Teluk Rubiah sampai Batu Rakit kemarin,” ucapnya.
Di samping itu, Pemkab Babar juga akan melakukan penataan kawasan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kelurahan Tanjung menjadi Kampung Nelayan Maju (Kalaju). Di sana, Pemkab melakukan penataan masyarakat yang tidak punya sertifikat tanah selama ini.
“Kemudian daerah itu juga sering banjir sehingga membuat kita berencana akan merelokasi masyarakat di suatu tempat yang akan disiapkan lebih humanis, layak dihuni dan ramah untuk lingkungan, anak-anaknya. Ibu-ibu juga terlibat dalam geliat ekonomi,” katanya. (oka)





