Bukek Puaso Enem Tonjolkan Tradisi Nganggung
PANGKALPINANG, LASPELA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menggelar sosialisasi pelestarian Bukek Puaso Enem. Tak hanya tradisi berbuka puasa bersama menutup puasa enam hari di bulan Syawal, pada kesempatan ini juga turut ditonjolkan tradisi nganggung atau makan bersama dengan berbagai menu yang dihidangkan di atas dulang.
Secara harfiah Bukek Puaso Enem adalah tradisi yang diadaptasi dari syariat Islam, kegiatan ini diawali shalawatan dan do’a yang dipimpin tokoh agama setempat, baru kemudian dilanjutkan dengan tradisi nganggung.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dato Arsalim mengatakan kegiatan ini harus terus dilestarikan dan ada beberapa maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ini, ialah melaksanakan komitmen bersama Majelis Tinggi Karapatan Adat Negeri (MTKAN) Kota Pangkalpinang, dengan pemerintah dan stakeholder lainnya.
“Komitmen bersama ini upaya dalam pelestarian adat istiadat dan tradisi, lalu merealisasikan program kerja tahunan MTKAN Kota Pangkalpinang dan memperkuat silaturahmi serta ukuwah islamiyah,” ujarnya.
Puaso enam atau puasa bulan syawal selama enam hari adalah penyempurna puasa bulan Ramadan, melaksanakan puasa sunnah Syawal merupakan bukti syukur seorang hamba karena selama bulan Ramadhan telah memperoleh anugerah dari Allah.
“Selesainya bulan Ramadhan bukan berarti ibadah-ibadah di dalamnya terputus. Umat muslim dianjurkan untuk tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut. Salah satunya adalah dengan berpuasa sunnah Syawal sebagai bukti konsistensi puasa yang sudah dilakukan selama Ramadan,” tuturnya.
Biasanya Bukek Puaso Enam ini diadakan di masjid-masjid sambil masyarakat membawa dulang-dulang yang didalamnya tersusun rapi makanan khas lebaran, seperti ketupat, opor ayam, rendang, goreng kentang hingga sambal asam.
“Bukek Puaso Enam juga bukan berarti berbuka puasa bersama, ini adalah perayaan selesai menunaikan ibadah puasa syawal, jadi dirayakan bersama-sama seperti lebaran,” pungkasnya. (dnd)





