Menerangi Serumpun Sebalai

Bakeuda Babel Targetkan Rp2,2 Miliar per Hari untuk Optimalkan Sektor Pajak dan Retribusi

PANGKALPINANG, LASPELA – Untuk terus mengoptimalkan sektor pendapatan, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) harus mengejar Rp2,2 miliar untuk sektor pajak maupun retribusi setiap hari. Ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah.

Dikatakan Kepala Bakeuda Babel, M. Haris, dalam kurun waktu tinggal 170 hari ke depan, pihaknya terus berusaha mencapai target pendapatan yang sudah ditetapkan sebesar Rp814.514.935.188 yang saat ini sudah terealisasi sebesar Rp455.653.213.239.

“Kami sangat optimis dapat melampaui target yang sudah ditetapkan, mengingat hingga 31 Mei 2022 kemarin, realisasi penerimaan pajak dan retribusi sudah melebihi target kita yakni mencapai 60 persen,” kata Dia<span;>, Senin (6/6/2022).

Baca Juga  Kolaborasi PT TIMAH, Pemerintah Kabupaten Bangka dan Warga Ubah Kolong AKHLAK Jadi Kawasan Produktif

Disampaikan Haris, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, rata-rata pendapatan melebihi sebesar Rp2,2 miliar. Minggu lalu pun sempat tembus sebesar Rp4,3 miliar dalam satu hari dari sektor pajak.

“Kami akan terus berusaha, agar itu melampaui target seperti tahun lalu,” ungkapnya.

Terkait retribusi, pihaknya juga sudah melakukan beberapa identifikasi permasalahan yang ada di unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Dari permasalahan itu, akan dibuat treatment atau strategi peningkatannya.

“Mulai bulan ini akan kami laksanakan hal itu, supaya dari retribusi ini juga akan tercapai peningkatan PAD-nya,” jelas Haris.

Baca Juga  Perjuangan Habibi Melawan Hirschsprung, Bantuan PT TIMAH Ringankan Beban Keluarga

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim atau satuan tugas (Satgas) optimalisasi pajak bekerja sama dengan Polda, Jasa Raharja, pemerintah kabupaten/ kota.

“Banyak program yang kami optimalkan lagi seperti Samsat Keliling, Samsat Setempoh kemudian Perjaka Beriman di tempat pelayanan pajak baik di tempat keramaian hingga perkebunan,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Intinya kami menjemput bola, tidak lagi pasif, sehingga masyarakat yang kendalanya selama ini adalah jarak dari desa ke Kantor Samsat di kabupaten, sekarang Samsatnya yang turun ke kecamatan/ desa,” tutupnya.(wa)