Menerangi Serumpun Sebalai

Bupati Basel Di Harlah NU ke 96 Tahun: Menuju Negeri Baldatun Thayyibah Wa Rabbun Ghofuur

Avatar photo


Oleh: Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Bupati Bangka Selatan, H Riza Herdavid menghadiri peringatan hari lahir organisasi keagamaan Nahdtatul Ulama ke 96 tahun 2022 di kantor Pengurus Cabang Nahdtatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangka Selatan, Selasa, 1 Februari 2022.

Harlah ke 96 Nahdtatul Ulama tahun 2022 yang dihadiri Bupati Riza, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Ketua DPRD Erwin Asmadi, Kapolres AKBP Joko Isnawan dan Ketua PCNU Bangka Selatan kali ini mengusung tema “Kemandirian Dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia”.

Dalam kesempatan itu, Bupati Riza mengucapkan selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-96 tahun 2022, ia berharap NU tetap solid dan komitmen memperjuangkan islam yang moderat rahmatan lil alamin.

“Di hari lahir NU ke 96 tahun, semoga NU selalu gigih memperjuangkan Islam yang moderat rahmatan lil alamin,” ucap Riza.

Ia juga menyampaikan NU yang menuju seabad ini dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Bangka Selatan lebih baik lagi kedepannya.

“Mewakili masyarakat dan pemerintah, tidak banyak yang bisa saya sampaikan dalam momen yang indah ini, selaku kepala daerah berharap Nahdlatul Ulama bisa bersama kami (Pemda) membangun Negeri Junjung Besaoh yang kita banggakan ini,” ungkap Riza.

Sebagai kepala daerah, ia juga berharap kehadiran organisasi NU dapat ikut berkontribusi melahirkan santri-santri dan qori quran yang unggul demi kemajuan kepribadian yang baik bagi generasi muda di Bangka Selatan.

“Secara pribadi, saya mohon do’a dan dukungannya kepada warga Nahdiyin, masyarakat, santri dan kiya’i agar bisa memberikan yang terbaik untuk kabupaten Bangka Selatan yang kita cintai ini,” harap dia.

Selain itu, Riza juga berharap jadikan agama untuk inspirasi pembangunan Negeri Junjung Besaoh menuju Negeri Baldatun Thayyibah, Wa Rabbun Ghofuur yang menggambarkan betapa subur dan makmurnya Negeri.

“Serta menjadi wasilah untuk mengkukuhkan Tali Persaudaraan, Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniah yang merupakan modal utama ketangguhan Bangsa Indonesia,” tukas dia. (Pra)

[Heateor-SC]