Home / OPINI / PARIWISATA

Sabtu, 6 Maret 2021 - 10:23 WIB

Uniknya Danau Pading Menjadi Objek Wisata Baru Dikala Covid-19

Khairummita Al Mukaramah. (Foto : istimewa)

Khairummita Al Mukaramah. (Foto : istimewa)

Oleh: Khairummita Al Mukaramah/ Mahasiswi Fakultas Hukum UBB.

Uniknya Danau Pading yang berlokasi di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka.

Bukit Pading dengan ketinggian 677 mdpl (meter di atas permukaan laut) menjadi saksi indahnya eksotisme Danau Pading yang berada di bawah kaki bukit. Hamparan air berwana hijau kebiruan menyegarkan mata untuk melihatnya, terlebih lagi tempat tersebut masih asri dengan pepohonan hijau di sekitarnya.

Saat ini, Danau Pading menjadi objek wisata yang banyak diminati oleh masyarakat Bangka. Danau ini memilki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, di mana danau ini terbentuk dari hasil penggalian bekas tambang timah yang kemudian dikelola oleh masyarakat setempat secara swadaya, hingga menjadi destinasi wisata baru di pulau Bangka, khususnya Kabupaten Bangka Tengah.

Jarak tempuh untuk menuju objek wisata ini sekitar 1 jam 30 menit dari kota Pangkalpinang dengan akses jalan yang lancar dan baik.

Di sana, masyarakat dapat merasakan pengalaman yang baru. Beberapa objek foto yang sangat bagus dan nyaman seperti ayunan, jembatan yang indah menuju ke tengah danau, dan masih banyak tempat objek foto lainnya sudah tersedia untuk wisatawan mengabadikan momen sambil ber-selfie atau swafoto bersama kerabat atau keluarga.

Tidak hanya itu saja, masyarakat juga dapat berlayar menggunakan kapal menyusuri tengah danau untuk lebih dekat menikmati ke-eksotis-an dan keindahan danau yang dikelilingi oleh bukit-bukit kecil di sekitarnya.

Baca Juga  Dinsos Bersama PKK Beltim Serahkan Bantuan Bagi Anak dan Perempuan Korban Kekerasan

Biaya untuk mengangkut orang dengan kapal pun termasuk murah, hanya dengan membayar Rp10.000/orang sudah dapat berkeliling danau tersebut. Tak heran, tempat ini juga sering dikunjungi muda/mudi yang ingin menikmati akhir pekan dan melepaskan penat dari aktivitas perkuliahan bersama teman-teman mereka.

Objek wisata ini dapat menjadi salah satu alternatif masyarakat di Bangka untuk menghilangkan rasa jenuh di kala Pandemi covid-19 saat ini, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Pengelola objek wisata Danau Pading juga berharap masyarakat dapat menjaga objek wisata Danau Pading agar terus terjaga seperti sekarang dan dapat dinikmati anak cucu kita nanti, karena Danau Pading dipandang sebagai sumber daya ekonomi yang potensial dan menjadi alat penarik investasi daerah yang memiliki potensi yang sangat besar.

Hadirnya Danau Pading ini, diharapkan bisa menambah penghasilan warga sekitar di kala pandemi, dengan memanfaatkan area tersebut untuk berjualan makanan ataupun minuman dengan tetap menjaga kebersihan di sekitar danau tersebut.

Dengan adanya objek wisata seperti Danau Pading, masyarakat diharapkan juga bisa membuka objek wisata serupa, karena di daerah Bangka Belitung terdapat banyak lokasi bekas tambang pergalian timah yang terbengkalai dan tidak di relokasi.

Semakin banyak objek wisata baru seperti Danau Pading, merupakan salah satu upaya pengembangan pariwisata di suatu daerah yang mempunyai banyak manfaat, seperti mendorong pelestarian lingkungan alam, budaya dan sosial.

Baca Juga  Melly : Jadi Mitra Binaan PT Timah Itu Menyenangkan, Banyak Beri Kemudahan

Dibukanya objek wisata akan berpengaruh kepada pembukaan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan di lokasi tersebut. Perluasan kesempatan kerja ini berpengaruh baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya di masa sulit seperti pandemic Covid-19 ini, sehingga dapat memulihkan grafik ekonomi yang sempat turun.

Pengembangan wisata seperti ini juga dapat meningkatkan pengembangan infrastruktur desa yang sangatlah penting untuk sebuah desa. Supaya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk setiap pengunjung atau untuk warga desa sendiri, agar bisa merasakan manfaat yang diberikan lewat kehadiran desa.

Selain itu, dengan adanya pengembangan pariwisata yang baru dan unik ini dapat meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek yang bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan yang berhubungan dengan meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di daerah, membangun dan menumbuhkan sikap, serta dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah lewat perwujudan nilai sapta pesona.

Yang diharapkan nantinya melalui objek wisata seperti Danau Pading, dapat menjadi wadah langsung untuk masyarakat akan kesadaran adanya potensi wisata dan terciptanya sapta pesona di wilayah destinasi wisata. Hal ini pula menjadi unsur kemitraan baik di Pemerintah Provinsi atau pemerintah daerah dalam upaya untuk mewujudkan dan mengembangkan kepariwisataan di daerah. (**)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Virus Zika Merebak, Kemenpar Optimis Tidak Ada Gejala Pariwisata Bakal Drop

BANGKA BELITUNG

Pemkab Basel Fokus Bangun Wilayah Pesisir Pantai dan Pulau Kecil

BANGKA BELITUNG

“Mercusuar Pulau Besar” Antarkan Siswi SMP Negeri 2 Pulau Besar Juara Lomba Menulis Cerita Rakyat Basel

BANGKA BELITUNG

TCOF ke 3, 20 Stand di Siapkan Pemkab Basel Terisi Penuh

BANGKA BELITUNG

Tanaman Bongsai Punya Nilai Sejarah Bagi Wali Kota Pangkalpinang

BANGKA BELITUNG

Menpar Kagum Saat Tinjau Calon KEK Sungailiat

BANGKA BELITUNG

Pengelola Wisata Dituntut Untuk Menerapkan 7 Sapta Pesona

BANGKA BELITUNG

Pengembangan Pariwisata Dibutuhkan Strategi Thinking yang Bagus
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: