Home / BANGKA BELITUNG / Tahun 2020, PT Timah Sebar 995 Unit Arificial Reef di Laut Bangka

Tahun 2020, PT Timah Sebar 995 Unit Arificial Reef di Laut Bangka

PANGKALPINANG, LASPELA – PT Timah Tbk tahun 2020 ini menanam sebanyak 995 unit Artificial Reef di Laut Bangka yang menjadi wilayah operasional TINS.

Penanaman Artificial reef ini sebagai bentuk reklamasi laut yang dilakukan perusahaan untuk menjaga ekosistem laut. Penyebaran Artificial Reef dalam bentuk fish shelter dan transpalantasi karang dilakukan bersama Universitas Bangka Belitung dan masyarakat sekitar.

TINS menyebar sebanyak 700 unit fish shelter dan 295 unit tranplantasi karang yang disebar di beberapa kawasan seperti Karang Melantut, Perairan Matras, Perairan Penyusuk, Tanjung Melala, Tanjung Ular, Perairan Karang Aji, Tanjung Kubu, Pulau Pemain, Perairan Penyusuk, dan Pulau Panjang.

“Tahun ini kita lebih banyak menanam fish shelter sebagai rumah ikan, sehingga nantinya akan semakin banyak ikan yang berkembang sebagai rumah alami dilokasi penanaman fish shelter dan akan memberikan dampak positif bagi nelayan untuk melakukan penangkapan ikan,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Senin (6/7/2020).

Anggi menjelaskan, pihaknya tidak hanya sekedar melakukan penanaman, namun terus memantau perkembangan artificial reef yang telah dilepaskan ke laut. Pemantauan ini dilakukan secara berkala bersama Universitas Bangka Belitung dan nelayan sekitar.

PT Timah secara konsisten setiap tahunnya melakukan penyebaran artificial reef ke berbagai wilayah operasionalnya. Reklamasi dilakukan sesuai dengan rencana reklamasi yang telah direncanakan perusahaan. Sejauh ini tingkat keberhasilan dalam melakukan reklamasi laut menunjukkan hasil yang positif.

Hal ini terlihat dari Indeks Keanekaragaman jenis ikan andalan yang berkisar antara 1,8-2,5 dari nilai indeks keanekaragaman yang berkisar 1-3.

“Setelah ditanam, kita terus memantau perkembangannya secara berkala misalnya dilakukan pembersihan lumpur, penyulaman karang, sejauh ini hasilnya positif. Tapi, memang ada beberapa yang juga terpengaruh cuaca, ditambah faktor alam lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa lokasi yang sudah ditanami terumbu karang saat ini beberapa diantaranya sudah menjadi spot wisata untuk diving dan snorkling. Ia berharap, nantinya fish shelter dan tranplantasi karang yang dilakukan PT Timah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan nelayan sekitar.
Reklamasi laut yang dilakukan PT Timah tidak hanya transplantasi karang dan fish shelter saja, melainkan juga melakukan penananam mangrove di wilayah pesisir pantai dan membuat penahan abrasi.

“Untuk penanaman mangrove dan penahan abrasi kita lakukan di Kundur, tahun ini ada 10 ribu yang akan kita tanam dan untuk penahan abrasi akan dilakukan di Pantai Sawang,” tutupnya.rill/(wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: