Oleh : Wina Destika
PANGKALAN BARU, LASPELA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gelar kegiatan Pra Rapat Kerja Daerah (Pra Rakerda) dalam program pembangunan keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal 3-4 Maret 2020
Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, beberapa program 2019 sudah tercapai dari AKKP dan ada beberapa yang belum berhasil.
“Untuk yang belum berhasil itu misalnya pencapaian MKJP metode kontrasepsi jangka panjang, dimana Babel baru mencapai 19 persen lebih sedangkan yang menjadi AKKP sebenarnya 23 persen. Dan kita belum mencapai angka tersebut,” kata Fajar kepada wartawan usai menghadiri Pra Rakerda di Hotel Novotel, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (3/3/2020).
Ia menyampaikan, berdasarkan data statistik rutin BKKBN diketahui bahwa hingga Desember tahun 2019, pencapaian peserta KB Baru sebesar 28.745 akseptor atau 71,11% dari target KKP peserta KB.
“Untuk di Kabupaten Bangka merupakan Kabupaten dengan pencapaian tertinggi untuk jumlah peserta KB baru, yaitu 80,76% dari target KKP yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sedangkan, lanjut Fajar untuk kehamilan yang tidak diinginkan di tahun 2019, mencapai 29,8 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 21,9 persen.
“Tahun 2019 tingkat kehamilan yang tidak diinginkan terjadi kenaikan seharusnya tahun 2019 ini kita berada di bawah 21 persen atau dibawah angka tahun 2018,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hal tersebut disebabkan adanya beberapa hal, yakni ibu -ibu masa subur yang sudah menikah dan tidak mau punya anak tapi tidak pakai kontrasepsi sehingga terjadi kehamilan dan remaja yang hamil di luar nikah.
Dengan begitu, untuk mengatasi hal tersebut BKKBN Babel gencar lakukan sosialisasi dan advokasi kepada ibu -ibu yang masih subur dan sudah menikah serta kepada para remaja.
“Kegiatan yang kita laksanakan untuk remaja terdiri dua kegiatan yakni Pusat bagi remaja tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi dengan kegiatan informasi konseling remaja (PIKR). Sedangkan untuk remaja putus sekolah yang ada di desa dan kelurahan melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR),” terangnya.
Fajar menambahkan, adapun upaya atau strategi yang dilakukan BKKBN Babel saat ini melalui program Generasi Berencana (GenRe). “Karena program GenRe ini sangat penting untuk pembangunan keluarga. Dimana pembangunan keluarga ini harus dimulai dulu dari remaja, karena remaja ini diberikan pengetahuan tentang pembangunan keluarga,” tutupnya.(wa)