Menerangi Serumpun Sebalai

Ratusan Penambang Ilegal Di Kolong DAM I Diusir Satpol PP Bangka

SUNGAILIAT, LASPELA — Ratusan penambang di Kolong DAM I Pemali diusir oleh Satpol PP Pemkab Bangka, Senin (11/11/19). Pengusiran tersebut karena kolong DAM I Pemali sendiri merupakan salah satu sumber air baku PDAM Tirta Bangka.

Kabid Penegak Perda, Ahmad Suherman seizin Kasatpol PP Bangka, Dalyan Amri mengatakan bukan hanya tambang kecil saja namun terdapat juga satu unit alat berat disekitar lokasi.

“Kita turun ke lokasi karena ada laporan dari warga, kita kumpulkan semua para penambang dan kita beri arahan agar menghentikan kegiatan mereka,” ungkapnya.

Kolong tersebut sendiri saat ini sedang mengalami penyusutan karena disebabkan oleh kemarau panjang yang melanda kabupaten Bangka dan sekitarnya beberapa bulan terakhir.

“Kolong sumber air baku ini kering jadi diserbu penambang ilegal dan langsung kita hentikan karena kalau musim hujan tiba, takutnya air baku ini akan tercemar limbah TI,” tambahnya.

Selain itu, Herman juga mengatakan penghentian tambang tersebut untuk mencegah semakin banyaknya para penambang yang masuk sehingga akan semakin sulit dihentikan.

“Apabila sudah banyak akan semakin susah menertibkannya. Kita juga khawatir nanti jadi konflik kepentingan terlebih lagi tambang TI ini sekarang sudah mencapai ke tengah kolong,” terangnya.

Saat ini para penambang tersebut diberikan peringatan secara lisan untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut dan tidak mengulanginya lagi.

“Ti ini ada sekitar 30an dan ratusan penambang kita kasih peringatan secara lisan dulu,” tegas Herman.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra menyayangkan adanya aktivitas tambang di lokasi DAM I Pemali tersebut.

“Kita sudah dapat info dari Pol PP, kita juga sudah turun langsung dan mengecek ke lokasi dan memang benar ada aktivitas tambang di hulu kolong itu,” ungkapnya.

Ia mengaku khawatir jika aktivitas itu terus berlanjut akan merusak kualitas sumber air baku ketika musim hujan datang.

“DAM itu sangat diperlukan selain kolong merawang. Sekarang memang masih mencukupi walaupun memang debit airnya berkurang,” tambah Suhendra.

Ia berharap agar aktivitas tambang tersebut benar-benar berhenti untuk menjaga kualitas air itu sendiri.(mah)