Menerangi Serumpun Sebalai

Jamnas Penanggulangan Bencana Diadakan di Belitung, Sebagai Ajang Silahturahmi Relawan

Oleh: Andini Dwi Hasanah

TANJUNGPANDAN, LASPELA– Sebanyak 277 peserta Jambore Nasional (Jamnas) yang terdiri dari 10 Provinsi Indonesia tersebut sudah memenuhi lapangan Pelangi Lake Resort Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dengan berdirinya tenda-tenda di beberapa sudut.

Berbagai kegiatan pun dilaksanakan dalam Jambore Nasional Penanggulangan Bencana ini, yaitu materi tentang pembuatan jalur evakuasi, peran media sosial, penanaman pohon dan juga city tour dalam rangka visit Belitung.

Jamnas Penanggulangan Bencana direncanakan terlaksana setiap tahun, sebagai bentuk untuk pengurangan resiko bencana dan telah di inisiasi oleh BNPB sejak tahun 2014 lalu.

“Jadi kegiatan Jamnas Penanggulangan ini kami adakan di Belitung karena untuk mendukung bulan resiko bencana yang hari puncaknya di Bangka, sehingga bagimana dua bulan ini dapat berkiprah kami adakanlah Jambore ini di pulau Belitung,” ucap Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryo Utomo, Kamis,(10/10/2019).

Kata Pangarso, Jamans tersebut dilaksankan sebagai bentuk ajang temu relawan untuk saling berinteraksi, berkomunikasi, peningkatan relawan serta sebagai bentuk penghargaan, memberikan langkah-langkah preventif serta untuk mencegah atau mengurangi resiko terhadap kejadian yang akan ada di masa yang datang.

“Karena relawan adalah agen perubahan bagi pembangunan berkelanjutan, yang berbasis pengurangan resiko bencana, mayoritas bencana alam yang terjadi di Indonesia, karena ulah manusia. Maka dari itu, kan, penting nya peran relawan dalam mitigasi bencana, dan merawat alam merupakan salah satu bentuk strategi dalam upaya mitigasi dalam menghadapi bencana nantinya,” jelasnya.

“Memang harapan kami, semua perwakilan dari Provinsi bisa hadir. Tapi di Provinsi ternyata ada kendala – kendala, sehingga yang tadi nya sudah siap 17 Provinsi, sekarang yang berangkat hanya segitu (10 Provinsi),” ungkap Pangarso menambahkan.

Namun menurutnya, walaupun hanya 10 Provinsi saja yang mengikuti Jamnas, tidak menjadi sebuah persoalan, karena tidak menghilangkan esensi inti acara. Pihak BNPB juga kata Pangarso tidak bisa memaksakan perwakilan Provinsi untuk dapat hadir dalam acara Jamnas, karena BNPB hanya bersifat mengimbau saja.

“Karena hanya bersifat himbauan. Nah tinggal bagaimana kita memperkuat fungsi relawan saja, dan kami juga di dukung oleh berbagai organisasi relawan nasional, seperti Baznas, Rapi, Orari, Pramuka, PMI, LPBI NU, BMC juga ikut memeriah kegiatan ini,” sebutnya.

Kegiatan Jambore Nasional Penanggulangan Bencana tersebut, akan terlaksana dari tanggal 9 hingga 12 Oktober 2019. (din)