Oleh: Nopranda Putra
TOBOALI, LASPELA – Pada tahun 2020 mendatang, BPS Bangka Selatan (Basel) akan melakukan pemutakhiran data kependudukan Basel pada tahun 2020 mendatang atau bertepatan dengan tahun politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Hal itu dilakukan BPS tidak terkait dengan pelaksanaan Pilkada, melainkan sudah menjadi ketentuan BPS melakukan sensus kependudukan yang dilakukan dalam rentang waktu satu kali dalam 10 tahun. Sensus penduduk bertujuan untuk memperbaharui data dasar secara menyeluruh.
“Mengenai data penduduk bahwa BPS akan melaksanakan sensus penduduk dalam 10 tahun sekali dan tahun depan (2020–red) sensus penduduk dilaksanakan,” ujar Kepala BPS Basel, I Ketut Mertayasa saat menggelar kegiatan Focus group discussion (FGD) Data Publikasi Kabupaten Bangka Selatan dalam angka 2019, di Gedung Pertemuan Badan Kuangan Daerah Basel, Selasa (6/8).
Ia mengatakan, sensus penduduk Tahun 2020 terdapat beberapa perubahan metode pendataan dari sensus sebelumnya. Sensus Pendusuk tahun mendatang akan dilakukan dengan metode kombinasi antara konvensional dengan digitalisasi yakni, metode dor to dor ( rumah ke rumah) dan metode pemutakhiran mandiri atau metode ini disebut CAPI (Computer Asisted Personal Interview).
“Sensus pendisuk 2020 metode digunakan metode kombinasi yakni, dor to dor dan metode pemutakhiran mandiri. Dor to dor kami ada kegiatan pengumpulan data rumah ke rumah menggunakan kertas, terus ada juga pemutakhitan mandiri menggunakan aplikasi penduduk disuruh memutakhitan data sendiri,” kata I Ketut Mertayasa.
Dijelaskannya, Metode konvensional dor to dor atau rumah ke rumah adalah petugas sensus kependudukan seperti biasa melakukan pengumpulan data penduduk dengan cara mendatangi setiap rumah.
Sedangkan metode kedua adalah CAPI atau metode pemutakhiran mandiri yang berbasis aplikasi. Pada metode ini, masyarakat diharapkan untuk memperbaharui data melalui aplikasi dan website yang telah disediakan. Besar kecilnya respon masyarakat terhadap pemutakhiran mandiri menjadi sangat penting.
Ia menuturkan, hasil sensus penduduk dijadwalkan telah keluar pada bulan Juni 2020.
“Mari kita bersama-sama mengingat tentang pentingnya sensus penduduk serta sama-sama memberikan semacam sosialisasi pencerahan kepada masyrkt agar bisa menerima petugas sensus untuk memberikan data yang benar sehingga konsep kependudukan yang kami gunakan mencerminkan kondisi lapangan,” harapnya. (Pra)