Home / BANGKA BELITUNG / BKKBN Babel Adakan Sosialisasi Penggunaan NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria)

BKKBN Babel Adakan Sosialisasi Penggunaan NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria)

  • Etna : Laju Pertumbuhan Penduduk di Babel Tahun 2016-2017 Mencapai 2,07 Diatas Rata-Rata Nasional

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penggunaan NSPK dalam rangka pelaksanaan kewenangan kongkruen tingkat Provinsi, di hotel Puri 56, Senin (6/8/2018).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estelita mengatakan menurut data lembaga kependudukan PBB, yakni UNFPA yang mana populasi dunia saat ini mencapai hampir 7,6 Miliar.

“Makan isu pertambahan jumlah penduduk ini menjadi ancaman terhadap daya dukung dan daya tampung bumi. Sehingga ini akan menjadi pemikiran dunia karena populasi dunia juga tumbuh dengan cepat,” ujarnya saat menghadiri kegiatan sosialisasi penggunaan NSPK dalam rangka pelaksanaan kewenangan kongkruen tingkat Provinsi.

Etna menyampaikan untuk hasil Sensus Penduduk tahun 2010 dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 sangat jelas menunjukkan dimana pertambahan dan pertumbuhan penduduk di Indonesia meningkat.

“Jumlah penduduk di Indonesia saat ini hampir mencapai 262 juta jiwa dengan angka laju jumlah pertumbuhan penduduk 1,43 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan untuk penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri 1,4 juta jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 2016-2017 sebesar 2,07 persen dan ini diatas rata-rata nasional.

“Tingginya LPP di kita ini bukanlah disebabkan karena tingginya tingkat kelahiran karena angka kelahiran total (TFR) kita cukup rendah yakni 2,3 persen dibawah rata-rata nasional sebesar 2,4 artinya penyebab tingginya LPP kita juga bisa di pengaruhi oleh migrasi masuk,” ungkapnya.

Saat ini Indonesia telah memasuki fenomena kependudukan yanh disebut bonus demografi. Lanjut Etna maka tidak dipungkiri bahwa bonus demografi ini adalah hasil dari upaya menurunkan angka TFR melalui program Keluarga Berencana (KB).

“Jika kita dapat memanfaatkan dengan optimal bonus demografi ini maka secara otomatis dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan akan dapat meningkatkan kesejateraan masyarakat. Namun jika kita tidak mampu memanfaatkannya dengan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia, tentu bonus demografi ini bisa menjadi bencana kependudukan,” tuturnya.

Diakui Etna bahwa untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri termasuk Provinsi yang mengalami bonus demografi.

“Tentu hal ini menjadi perhatian pemprov Babel untuk melakukan pengelolaan kependudukan dengan baik dalam rangka menciptakan penduduk Babel yang berkualitas sehingga dapat mensejahterakan masyarakat di Babel,” terangnya.

Etna menambahkan BKKBN melalui tiga pilar yakni Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang mana merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan 9 Agenda Prioritas Pembangunan (Nawa Cita) periode 2015-2019 yang mana Cita ke 5 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Cita ke 5 dicapai melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang marjinal,” jelas Etna. (Wa)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish