Home / HEADLINE / Pelaku Vaksin Palsu akan Dikenai Hukuman Berlapis
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (foto/Nusanews)

Pelaku Vaksin Palsu akan Dikenai Hukuman Berlapis

JAKARTA, LASPELA— Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek menegaskan akan memberikan hukuman berlapis baik kepada oknum maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam proses produksi sampai pengadaan vaksin palsu.

“Kami sudah rapat dengar pendapat, melibatkan BPOM, Bareskrim, dan IDAI. Saya ingin sekali mengingatkan, pemerintah memberikan vaksin imunisasi kepada masyarakat itu hampir 99 persen dikeluarkan oleh biofarma. Ini yang imunisasi wajib. Namun ada yang namanya imunisasi pilihan, seperti vaksin cacar air, sebagian sebagain ada dari import,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Meskipun harga vaksin impor mahal, namun mayoritas orang tua yang tergiur karena didengungkan tidak akan mengakibatkan anak demam, dan sakit, dibanding dengan vaksin lokal. Namun jumlah ketersediaannya di Indonesia langka. Ini yang kemudian , kata Nila, dilihat menjadi peluang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Yang impor ini harganya mahal. Biasanya didengungkan oleh masyarakat yang impor ini tidak demam, tidak sakit, seolah-olah punya kita (vaksin lokal) buruk. Padahal sebenarnya tidak. Biofarma telah mengimport ke 130 negara. Artinya pengakuan kualitas vaksin itu baik,” jelasnya.

Sayangnya, diakui Nila, pemerintah memang tidak bisa melarang masyarakat yang memilih untuk mengimpor vaksin yang mereka inginkan. Umumnya yang menggunakan adalah para rumah sakit swasta. Sementara rumah sakit pemerintah mengambil dari posyandu ke puskesmas sebagai program pemerintah.

“Yang dari rumah sakit swasta suka mengambil vaksin yang import. Pada waktu kelangkaan terjadi, kami sudah menghimbau untuk menggunakan vaksin biofarma. Tapi, ini dipasarkan peluangnya dengan vaksin palsu, yang dijual dengan harga rendah. Ini yang diketahui dan diselidiki Bareskrim,”

Setelah ditemukan empat produsen, dimana dua berpasangan, dan dua single, dan diturunkan ke distributor, kemudian disidik, didapatkan 14 rumah sakit, dan 8 praktek individu yang memakai vaksin palsu dari distributor tidak resmi.

“Ini baru di Jabodetabek. Polisi terus menyisiri. Harapannya, ini terus berjalan sampai tuntas dan habis,” tegas Menkes.

Sumber: Media Indonesia 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: