Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut yang Menyebabkan Direktur Garuda TV Meninggal

Avatar photo
Kondisi mobil Nissan Serena bernomor polisi B 2247 WBD ringsek usai bertabrakan dengan truk Mitsubishi Colt bernomor polisi BN 8879 RP di Ruas Jalan Mentok - Pangkalpinang, di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, beberapa waktu lalu. Polres Babar menduga, lakalantas maut disebabkan karena sopir mengalami microsleep. (Foto: dok)

MENTOK, LASPELA  — Anggota Satlantas Polres Bangka Barat, terus mendalami penyebab kecelakaan lalu lintas maut yang menewaskan Commercial Director Garuda TV, Muliandy Nasution, pada Sabtu (10/1/2026) lalu.

Kecelakaan di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar),  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tersebut melibatkan mobil Nissan Serena bernomor polisi B 2247 WBD dan truk Mitsubishi Colt bernomor polisi BN 8879 RP.

Akibat kecelakaan itu, Muliandy Nasution yang merupakan penumpang mobil Nissan Serena meninggal dunia di usia 42 tahun karena mengalami cidera serius dibagian kepala.

Sementa itu, pengemudi mobil Nissan Serena bernama Anisul Hakimi, juga mengalami luka berat berupa cedera kepala berat, serta luka pada bagian tubuh lainnya.

Baca Juga  Pria di Kelapa Rusak Rumah Mantan Istri, Berakhir Ditangkap Polisi

Sedangkan, pengemudi truk bernama Ishariansyah (46) mengalami luka-luka dalam peristiwa tragis tersebut.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengungkapkan hasil sementara olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi mengarah pada dugaan microsleep sebagai salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

“Dari hasil oleh TKP, yang kita laksanakan pendalaman keterangan para saksi dan petunjuk lainnya. Sebagai informasi bahwa dimungkinkan karena (pengemudi serena mengalami) microsleep,” ucapnya, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi yang telah diverifikasi, tidak ditemukan adanya upaya menyalip sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, mobil Nissan Serena diduga sedikit melebar ke jalur berlawanan. Sehingga, menabrak truk muatan kelapa sawit dari arah Mentok-Pangkalpinang.

Baca Juga  Lantik Tiga Pejabat Eselon II dan 16 Kepala Sekolah, Ini Pesan Gubernur Babel

“Keterangan awal dari beberapa saksi ternyata bukan saksi yang sebenarnya, setelah kita dalam justru kita mendapatkan keterangan tidak ada menyalip tetapi kendaraan (serena) sedikit melebar ke arah jalan yang berlawanan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Lantaran sejumlah saksi dan korban masih belum dapat dimintai keterangan secara maksimal karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.

“Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi secara prosedur dan profesional untuk memastikan penyebab kecelakaan lalu lintas ini,” ujarnya. (oka)

 

[Heateor-SC]