PANGKALPINANG, LASPELA – Kabar kurang menggembirakan datang bagi pemerintah desa di seluruh Indonesia, Dana Desa tahun anggaran 2026 dipastikan mengalami pemangkasan secara signifikan.
Fungsional Tertentu Penggerak Swadaya Masyarakat Dinsos PMD Bangka Belitung Hardadi membenarkan bahwa pemotongan Dana Desa mencapai 67 persen.
“Dana Desa di tahun 2026 mengalami penurunan hampir 67 persen jika dibandingkan di tahun 2025,” ujarnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (19/1/2026).
Dikatakan Hardadi, untuk anggaran Dana Desa di tahun 2025 hampir kisaran Rp300 miliar, sedangkan untuk di tahun 2026 anggaran Dana Desa hanya Rp123 Miliar.
“Dari Rp123 miliar ini masing-masing desa menerima 300-400 juta,” katanya.
Lanjut Hardadi, dari anggaran 300-400 juta yang diterima oleh Pemerintah Desa ini akan lebih difokuskan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Jadi diharapkan kepada Pemdes untuk membangun KDPM ini daripada anggarannya harus dipotong maka lebih baik segera lah bangun KDMP ini. Cari aset desa atau aset kabupaten yang kira-kira bisa dibangun untuk pembangunan KDMP, ” jelasnya.
Diketahui untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sudah dibangun hampir 50 tersebar di seluruh kabupaten/kota, desa dan kelurahan se-Babel.
“Kemungkinan pasti akan ada penambahan dimana sebelumnya telah diresmikan sebanyak 10 KDMP dan sampai di Januari ini terus bertambah sebanyak 50 KDMP,” ungkapnya.
Dengan efisiensi anggaran saat ini, pihaknya berharap kepada Pemdes untuk lebih mengutamakan yang bersifat prioritas dengan Dana Desa yang bersifat menyentuh masyarakat.
Apalagi informasi yang diterima bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) juga berkurang padahal dari ADD ini lah bisa membayar gaji perangkat desa dan sebagainya.
“Dengan adanya kebijakan efisien di Desa diharapkan Dana Desa ini benar-benar menyentuh masyarakat. Dan diharapkan juga dari KDPM ini bisa memberikan potensi yang ada untuk desa,” tutupnya. (chu)





