Ikuti Story Telling Competition Kampung Inggris Babel, Dafa Bawakan Cerita Malin Kundang dalam Bahasa Inggris

Avatar photo
Dafa Dwi Arkara, didampingi kedua orang tuanya, Sabtu (24/1/2026)

SUNGAILIAT, LASPELA — Dafa Dwi Arkara menunjukkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan mengikuti Story Telling Competition dengan membawakan cerita rakyat Indonesia Malin Kundang dalam bahasa Inggris.

Dafa mengaku, kemampuan tersebut ia asah selama mengikuti kegiatan belajar di Kampung Inggris, yang menurutnya memberikan suasana belajar menyenangkan dan interaktif.

“Belajar di Kampung Inggris itu seru banget, happy. Senang bisa bergabung karena kemampuan bahasa Inggris bisa berkembang bareng kawan-kawan,” kata Dafa, Sabtu (24/1/2026).

Anak pasangan Ponco Darmono dan Sagustina ini mengatakan, metode pembelajaran di Kampung Inggris tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga dikemas dengan berbagai aktivitas menarik seperti bernyanyi, ice breaking, hingga kuis.

“Kalau pakai bahasa Indonesia nanti didenda seribu rupiah,” katanya sambil tersenyum.

Sejak kecil, Dafa memang sudah memiliki ketertarikan pada bahasa Inggris.

Ia kerap berkomunikasi dengan orang luar negeri melalui jaringan game daring, yang secara tidak langsung melatih kemampuan berbicaranya.

Ibunda Dafa, Sagustina mengaku bangga dengan perkembangan kemampuan bahasa Inggris putranya.

Menurutnya, Kampung Inggris menjadi wadah yang tepat untuk menggali dan mengembangkan potensi anak.

“Saya bangga, karena Kampung Inggris bisa mendidik anak, mencerdaskan bangsa, dan menggali potensi yang sebelumnya biasa saja menjadi lebih baik, mahir, bahkan profesional,” ujarnya.

Sagustina juga menilai lingkungan Kampung Inggris sangat ramah bagi anak didik, di mana hubungan antara pengajar dan siswa terjalin layaknya teman yang saling memotivasi.

“Di sini bukan hanya belajar, tapi juga membangkitkan bakat anak-anak agar lebih percaya diri berbahasa Inggris,” katanya.

Ia pun berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung minat dan bakat anak sejak dini.

“Jangan berhenti belajar, karena bakat dan talent itu bisa digali dan dibina. Jangan pernah orang tua menggap bahwa anak itu tidak bisa, tetapi karena tidak diasah,” tukasnya.

Sagustina berharap, Kampung Inggris dapat terus berkembang dan dikenal secara luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. (mah)

[Heateor-SC]