Salah satu Guru SD N 6 Toboali Ikut Pelatihan Guru di Negeri Cina

Oleh: Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, pepatah ini ternyata bukan isapan jempol belaka bagi seorang Rusbeto, S. Pd salah satu guru asal SD Negeri 16 Toboali yang mengikuti pelatihan guru ke luar negeri beberapa waktu lalu.

Rusbeto merupakan bagian dari 1000 orang Guru dan Tenaga Kependidikan dari seluruh Indonesia yang melaksanakan pelatihan ke luar negeri dilepas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Muhajir Effendi, M.AP, di Jakarta.

Pada tahun 2018, ia berhasil meraih juara 1 Guru Berprestasi tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga bisa mewakili Bangka Belitung ke tingkat nasional. Dimana pada tahun 2017, ia juga berhasil mendapat juara 2, walaupun belum berhasil lolos ke tingkat nasional.

“Sebelumnya saya sudah menyiapkan diri dengan berkarya menyusun beberapa buku. Di antaranya Ringkasan Materi USBN SD/MI Bahasa Indonesia 2018, Ringkasan Materi Pidato, Puisi, Pantun, dan Syair, Ringkasan Materi Matematika SD, ABAI (Asyik Belajar Aktif, Inonvatif) Pribahasa, Ungkapan, Sinonim, dan Antonim. Selain itu, saya pun melakukan beberapa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dan tidak kalah menarik, saya pun terpilih menjadi Instruktur Nasional (IN) guru pembelajar kelas tinggi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui tes Uji Kompetensi Guru (UKG) online,” ungkap dia Rabu, (15/5).

Kegiatan Pelatihan Guru ke luar negeri ini dilaksanakan melalui 3 tahapan, yaitu pertama Predeparture, yang dimulai dari 27 Februari – 2 Maret 2019, kedua, Departure, pada 3 – 23 Maret 2019 dan ketiga, Post Departure, pada 24 – 26 Maret 2019 dengan pembekalan materi selama 3 hari di Jakarta.

Pada 3 Maret 2019, ia berangkat ke Cina dengan bersama 50 orang guru SD dan SMP lainnya sebagai utusan Direktorat Pembinaan Guru Dikdas, serta 2 orang dari staf Kemdikbud dan seorang Direktur Pembinaan Guru Dikdas.

“Di Negara Cina, Kami menuju ke sebuah universitas yang sangat terkenal, yaitu Cina University of Mining and Technology atau yang sering dikenal dengan sebutan CUMT. CUMT terletak di Provinsi Jiangsu, Kota Xuzhou, sebuah kota yang merupakan pusat pendidikannya di negeri Cina. Secara umum, kegiatan pelatihan terbagi menjadi 3 bagian yaitu: pelatihan di universitas, kunjungan ke lembaga sekolah, dan kunjungan kebudayaan ke situs-situs bersejarah,” jelas Beto.

Lebih jauh Beto menjelaskan, setelah kegiatan tersebut berakhir, pihaknya diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, yaitu Great Wall Cina (Tembok Besar Cina), serta pada keesokan harinya, juga sempat mampir ke Kedutaan Besar Indonesia di Cina dan disambut hangat oleh seorang staf yang bertugas di kedutaan tersebut. Dilanjutkan kunjungan ke Forbidden City (Kota/Istana Terlarang) yang terletak di tengah-tengah Kota Beijing.

“Pada akhirnya, dari berbagai rangkaian kegiatan di Cina, banyak ilmu dan pengalaman yang menarik saya peroleh. Semoga semuanya dapat bermanfaat,” ucap Beto.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Ramdani sangat mengapresiasi prestasi ini dan berharap prestasi ini dapat ditingkatkan.

“Prestasi ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dan patut untuk diteladani. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama,” ucap Ramdani.

Ia pun berpesan agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan dunia pendidikan pada umumnya. Terakhir, ia juga berpesan pertahankan prestasi ini, karena mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya. (Pra)

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: