Pemprov Babel Pastikan Stok Beras Aman, Masyarakat Diimbau Jangan Panik

PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) memastikan stok beras di Babel aman.

“Kami pastikan ketersediaan beras di Babel aman hingga akhir tahun, bahkan hingga bulan Februari 2024 atau sampai musim panen selanjutnya. Apabila stok beras kita sudah berada di bawah 500 ton, maka kita ajukan kembali untuk penambahan,” kata Plt Asisten 2 Pemprov Babel, Ahmad Yani di Pangkalpinang, Rabu (20/9/2023).

Ia menyebutkan, meskipun di Babel terjadi tren kenaikan harga beras sejak September 2023, hal ini dipicu berkurangnya pasokan beras dalam negeri, yang diakibatkan berakhirnya masa panen dan penurunan produksi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan di beberapa daerah sentra produksi beras.

“Kenaikan harga ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak pertengahan tahun 2023. Namun, tren kenaikan harga beras di wilayah Babel baru terlihat sejak September 2023,” ujarnya.

Dijelaskannya kenaikan harga beras ini hanya pada jenis medium dan premium. Harga jenis beras medium meningkat sebesar sebesar 3,33 persen (m-to m), sementara harga beras jenis premium meningkat sebesar 2,72 persen   (m-to m).

“Sejalan dengan kondisi tersebut, tekanan inflasi dari komoditi beras juga menigkat dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga beras diBabel tetap berada pada level aman.

“Untuk itu kita bersama dengan Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan, Bulog, Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota, serta stakeholder terkait melakukan beberapa langkah upaya dengan mengedepankan sinergi kebijakan dan kelembagaan selaras dengana Peta Jalan pengendalian Inflasi Nasional,” tuturnya.

Antara lain dengan memperkuat operasi pasar dan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, memberikan subsidi ongkos angkut untuk komoditas pangan strategis, penguatan pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET), memperluas kerjasama antar daerah, penguatan kluster dan intensifikasi penanaman komoditas pangan, bantuan pangan, penguatan infrastruktur logistik, mendorong kelancaran bongkar muat barang, memperkuat sinergi melalui pelaksanaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan penguatan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sebagai early warning.

Namun, Ahmad Yani juga berpesan dengan adanya dampak fenomena el nino, mayarakat diminta untuk bijak dan tidak konsumtif.

“Walaupun stok beras kita aman, tapi kami himbau agar masyarakat utamanya dalam membelanjakan uangnya untuk bersikap bijak,” pesannya. (chu)