PANGKALPINANG,LASPELA–Dalam rangka meningkatkan pengembangan aliran silat dan prestasi, Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS SMI) fokus meningkatkan kualitas dan kemampuan para pelatih SMI di seluruh tanah air. Keseriusan Pengurus Pusat PPS SMI ini direalisasian dengan menggelar ToT dan UKT Nasional yang dijadwalkan diselenggarakan di 11 kota secara simultan sejak bulan November 2025 hingga Februari 2026 mendatang.
Ketua Harian Pengurus Pusat PPS SMI, Erizal Chaniago kepada LASPELA disela-sela memantau kegiatan pelatihan di Ballroom Puncak MG Hotel, Pangkalpinang, Kamis (12/12/2025) menjelaskan, pelaksanaan ToT dan UKT Nasional ini merupakan realisasi program pusat bekerjasama dengan komisariat daerah (Komda) PPS SMI di 11 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Disebutkan, secara garis besar tujuan utama program nasional ini adalah peningkatan jenjang sabuk, peningkatan prestasi dan tradisi yaitu peningkatan pengembangan aliran silat PPS SMI.
“Kita memang sudah lama tidak melakukan ujian kenaikan tingkat secara nasional, tingkat-tingkat pelatih yang namanya pendekar itu sudah lama tidak naik sabuk., makanya kita bantu percepatan dengan program nasional ini,” ujarnya seraya mengatakan dalam program ini juga dilakukan penyeragaman gerak.
“Dikegiatan ini kita juga melakukan penyeragaman gerak karena pelatih-pelatih ini sudah lama tidak dikumpulkan,” timpalnya.
Secara khusus Erizal menambahkan, yang terpenting dari program nasional ini adalah untuk meningkatkan level, kualitas dan kemampuan para pelatih PPS SMI khususnya dalam rangka menghadapi PON 2028 di NTB/NTT mendatang.
“Sebentar lagi kita akan menghadapi PON 2028 di NTB/NTT. Di prestasi ini penting, para pelatih kita harus mendapat pengetahuan baru tentang peraturan pertandingan silat. Pelatih harus tahu tentang peraturan terbaru pertandingan pencak silat apakah kategori tanding tunggal, ganda, beregu atau solo kreatif,” tandasnya seraya menambahkan khusus Bangka Belitung, Lampung dan Sumsel sangat penting untuk mengetahui peraturan terbaru karena akan mengikuti Porprov dalam waktu dekat.
Terkait dengan itu dalam program ini para pelatih juga mendapat pelatihan terkait management kepelatihan dan penyusunan program pelatihan. Dalam ToT ini para pelatih mendapat materi teori dan praktik khusus tentang tehnik kepelatihan.
“Karena waktu pendek dan materi banyak, peserta hanya mendapat pelatihan khusus tehnik saja, tidak pada tehnik melatih power, speed dan stamina. Harapannya para pelatih ini menjadi pelatih yang berkualitas, berkemampuan tehnik dan memiliki pengetahuan tentang peraturan terbaru sehingga mampu mencetak pesilat-pesilat berprestasi,” pungkasnya. (a1)


