MERAWANG, LASPELA – Peringatan Dies Natalis ke-20 menjadi momentum bagi Kampus Universitas Bangka Belitung (UBB) dimana mendapatkan beberapa pencapaian besar yang diraih secara bersamaan.
“Alhamdulillah dua dekade ini menjadi kado indah bagi kami (Kampus UBB) dimana ada beberapa pencapaian yang diraih secara bersamaan diantaranya pertama mengukuhkan tiga guru baru yang seluruhnya adalah perempuan, tentu ini adalah afirmasi kesetaraan gender yang harus kita apresiasi,” kata Rektor UBB Prof Ibrahim dalam sambutannya pada kegiatan peringatan Dies Natalis ke-20, sekaligus Pengukuhan tiga Guru Besar Universitas Bangka Belitung, yang berlangsung di Balai Utama De Universitaria Kampus Terpadu UBB, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Senin (13/4/2026).
Disampaikan Ibrahim, tiga guru besar yang dikukuhkan yaitu: Prof. Dr. Devi Valeriani, Prof. Dr. Reniati, dan Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu.
“Dari sisi kompetensi dosen, kita patut bersyukur dengan penambahan ini UBB telah memperoleh enam orang guru besar yang semuanya adalah besutan dari rahim UBB,” ujarnya.
Selain itu, UBB juga memiliki 33 Lektor Kepala yang akan segera didorong menjadi Guru Besar, 39 persen, berikutnya berada di posisi Lektor, separuhnya di Asisten Ahli, khas kampus baru dengan dosen-dosen muda yang energik.
“Dan saat ini juga terdapat 51 orang dosen sedang melaksanakan tugas belajar doktor, beberapa diantaranya di Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Austria. Setahun ini, kami menyambut 3 Guru Besar dan 16 Lektor Kepala Baru,” ungkap Ibrahim.
Lanjut Ibrahim, untuk pencapaian yang kedua yakni UBB juga meresmikan gedung perkuliahan dan gedung wisuda baru untuk menunjang aktivitas akademik. Fasilitas ini dapat mendukung target ambisius universitas dalam meningkatkan jumlah mahasiswa di tahun 2028 mendatang dengan target 14.000 orang.
“Saat ini yang berada di angka 10.000 mahasiswa, target kita 2028 sebanyak 14.000 dan saat ini UBB mengelola 36 program studi di bawah 6 fakultas, dengan rencana penambahan prodi baru dalam waktu dekat,” ungkap Ibrahim.
Dia menyampaikan, dalam dua dekade usianya, Lustrum ke-4, dan Dies Natalis ke-20, kampus UBB telah tumbuh tak hanya berdikari, namun juga impresif. Dari hanya 13 Program Studi, kini telah tercipta menjadi 36 program studi di bawah naungan 6 fakultas.
Dari jumlah mahasiswa aktif hanya lebih kurang 1000 pada awal berdirinya, pada tahun 2025 telah memiliki mahasiswa aktif sebanyak 10.000 mahasiswa yang tersebar dari berbagai provinsi di tanah air, Dari Sabang Sampai Merauke, dari Utara Sulawesi sampai ke Nusa Tenggara Timur.
“Dengan daya tampung setiap tahun mahasiswa baru lebih kurang 3000 orang, kita mencatatkan peningkatan peminat pendaftar, terakhir di angka 11.000 pada tahun 2025. Ini mungkin bukan angka signifikan bagi daerah daratan dan perkotaan, namun bagi kita di kepulauan, angka ini impresif dan membanggakan,” ungkapnya dengan penuh rasa bangga.
Selain itu, daerah yang berbentuk kepulauan, dikenal sebagai tempat mudik dulu, kini menjadi hilir bagi banyak pembelajar dan pejuang PTN. Itu sebabnya, tahun ini kita menargetkan memiliki 12 ribu mahasiswa, tahun 2027 13 ribu mahasiswa, dan tahun 2028 14 ribu mahasiswa aktif.
“Di usia 2 dekade, UBB kini didukung oleh lebih kurang hampir 700 tenaga akademik, staf, dan tenaga penunjang, tersebar di 2 kampus, kampus BN ( Balunijuk) dan Kampus AI (Air Itam),” jelasnya.
Ibrahim menambahkan semangat 2 dekade membangun negeri, UBB akan terus mengembangkan kampus tercinta ini. Dan diharapkan di tahun 2027 UBB akan mendapatkan dukungan kembali SBSN dari Bappenas untuk pembangunan gedung kuliah antarfakultas, perluasan beberapa fasilitas lainnya mengggunakan dana PNBP di tahun ini.
“Kita menargetkan untuk membangun pusat unggulan dalam program jangka pendek. Kita juga akan terus mengembangkan Kampus Air Itam, mendorong pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Air Anyir, dan mengembangkan kampus di Belitung sebagai bagian dari cita-cita kolektif bersama,” tutupnya. (chu)








