PANGKALPINANG, LASPELA— Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN), PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bangka menggelar sosialisasi keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gardu Induk Pangkalpinang serta sepanjang jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keandalan pasokan listrik, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya aktivitas berisiko di dekat jaringan listrik.
Dalam sosialisasi interaktif tersebut, tim PLN ULTG Bangka memaparkan potensi bahaya listrik tegangan tinggi, termasuk risiko besar dari bermain layang-layang di sekitar jalur transmisi. Layang-layang yang tersangkut di kabel berpotensi menyebabkan korsleting, gangguan sistem kelistrikan, hingga membahayakan keselamatan jiwa.
Larangan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2021 yang mengatur ruang bebas dan jarak aman minimum pada jaringan tenaga listrik.
Manager PLN ULTG Bangka, Teddy Mardona, menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan pasokan listrik merupakan tanggung jawab bersama.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jaringan listrik dengan menghindari aktivitas berbahaya, terutama bermain layang-layang di dekat jaringan tegangan tinggi. Hal ini penting demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus keandalan pasokan listrik,” ujar Teddy.
Selain larangan bermain layang-layang, masyarakat juga mendapatkan penjelasan tentang jarak aman terhadap tower dan kabel transmisi serta panduan langkah cepat jika terjadi gangguan. Dengan metode dialog, masyarakat berkesempatan bertanya langsung sehingga informasi keselamatan dapat lebih mudah dipahami.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Rahmat, salah seorang warga sekitar jalur transmisi, mengaku baru menyadari adanya aturan resmi terkait jarak aman dari jaringan listrik.
“Selama ini saya kira main layang-layang di dekat tower aman saja. Ternyata sangat berbahaya, bisa menyebabkan listrik padam dan membahayakan nyawa. Sekarang saya paham pentingnya aturan jarak aman, dan saya akan mengingatkan anak-anak serta tetangga agar bermain jauh dari kabel listrik,” ujarnya.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat Hari Pelanggan Nasional, di mana PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk lebih dekat dengan masyarakat. Bagi kami, pelayanan terbaik bukan hanya menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga memastikan pelanggan dan masyarakat di sekitar jaringan listrik merasa aman. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran akan bahaya listrik semakin meningkat, sehingga kita bisa bersama-sama menjaga keselamatan sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Bangka Belitung,” jelas Ira Savitri.
PLN UIW Babel berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi serupa di berbagai wilayah. Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, lingkungan yang aman dapat terwujud, serta pasokan listrik yang handal di Pulau Bangka dapat senantiasa terjaga. (*/chu)
Leave a Reply