Sungai di Babel Tercemar Sampah Plastik, Tertinggi ke Empat di Indonesia

* Pj Gubernur Sikapi Serius

PANGKALPINANG, LASPELA – Perairan Sungai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tercemar sampah plastik, bahkan berdasarkan  penelitian Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) atau Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah pada 29 Desember 2022 lalu, Babel menjadi nomor empat tertinggi cemaran sampah mikroplastik di perairan sungai.

“Kita akan melakukan diskusi bersama dengan pihak yang merilis hasil penelitian Ecoton ini untuk mempertanyakan apa yang menjadi penyebabnya,” kata Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, Rabu (11/1/2023).

Pihaknya akan melakukan diskusi dengan yang mengumpulkan data, karena pertanyaan yang mendasar adalah kenapa Babel menjadi urutan nomor empat.

“Apakah memang benar banyak sampah plastik yang kita buang ke sungai atau dibandingkan antara jumlah sampah dengan populasi, sehingga itu yang harus kita dalami dulu,” ujarnya.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI ini menegaskan, hal tersebut mesti menjadi perhatian agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan tertib dalam mengelola sampahnya.

“Kalau memang benar, kita banyak menghasilkan mikroplastik, dalam ukuran nano meter, itu berbahaya, karena dimakan ikan, lalu ikannya kita makan, artinya kita makan plastik, kira-kira begitulah gambaran sederhananya. Saya akan mengkonfirmasi data itu, tapi ini indikasi awal agar bisa kita sikapi,” ucapnya.

Dia menyebutkan, bahwa dirinya sudah membicarakan hal ini dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel untuk mendalami, agar data ini akurat sehingga reaksi Pemprov Babel pun nantinya tepat.

“Ini belum kita dalami, tapi itu barangnya bisa dari kemasan, botol minuman, gelas-gelas plastik. Dan saya mengimbau masyarakat untuk melakukan perubahan kebiasaan jangan sampai merugikan lingkungan sekitar kita,” tutupnya.(chu)