Home / NASIONAL / Timnas Indonesia U-22 Vs Malaysia: Pertaruhan Gengsi Merah Putih

Timnas Indonesia U-22 Vs Malaysia: Pertaruhan Gengsi Merah Putih

LASPELA, SPORT– Timnas U-22 Indonesia optimistis meraih tiga poin dari Malaysia U-22 pada laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2018 China di Thailand, Rabu (19/7) sore. Kemenangan ini menjadi harga mati, tak sekadar sebagai syarat lolos. Laga nanti malam juga menjadi pertaruhan gengsi Garuda Muda menghadapi rival bebuyutannya itu.

“Melawan Malaysia kami akan menunjukkan permainan terbaik, kami sudah berlatih keras. Saya yakin dengan kemampuan semua pemain. Kami akan berusaha untuk bisa mendapatkan kemenangan di pertandingan pertama,” kata Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Luis Milla, Selasa (18/7-2017) sebagaimana dikutip dari harnas.co.

Indonesia sendiri cukup diuntungkan mengingat Malaysia tidak membawa kekuatan penuh ke Negeri Gajah Putih. Enam pemain pilar negeri jiran dipaksa absen karena tak mendapat izin klub. Mereka adalah Matthew Davies, Nor Azam Azih (Pahang), Kumaahran, Syamer Kutty Abba (Penang), serta Haziq Nadzli dan Safawi Rasid (Johor Darul Ta’zim).

Milla menilai, laga kontra Malaysia tetap berjalan ketat. Sebab, mereka juga tentu ingin berebut tiket Piala Asia. Namun, dengan kondisi tim yang dinilai mengalami peningkatan, pelatih 51 tahun berpaspor Spanyol itu yakin anak-anak latihnya bisa tampil gahar. Sebagai informasi, Garuda Muda sudah tiba di Bangkok sejak 11 Juli guna mendapat aklimatisasi maksimal.

“Saya senang dengan kondisi tim. Kami siap bertanding. Kami respek terhadap semua lawan, semuanya kuat (Malaysia, Mongolia, dan Thailand). Mereka punya kelebihan dan gaya bermain yang berbeda-beda. Pasti kami ingin lolos kualifikasi,” ujar Milla yang memilih menepikan gelandang Bali United Miftahul Hamdi dari skuadnya.

Laga Tak Mudah

Pelatih Malaysia U-22 Ong Kim Swee mengakui jika perjuangan timnya tak mudah. Absennya enam pemain membuat strategi dan kekuatan yang dibangun berubah. Menurutnya, timnya masih memerlukan perbaikan, terutama mental. Pasalnya, anak-anak latihnya kerap gugup saat menghadapi tekanan lawan.

Selain itu, ketahanan fisik pemainnya juga menjadi catatan setelah melakoni banyak laga di Liga Super Malaysia. Meskipun sempat mendapat modal positif usai menang atas Myanmar 2-0 pada laga uji coba 11 Juli lalu, Ong menilai timnya masih belum cukup matang menghadapi Indonesia dan tuan rumah.

“Kami harus memahami jika Indonesia dan Thailand berbeda dengan Myanmar. Banyak yang harus diperbaiki karena kami bukan produk jadi,” kata Ong dinukil ESPN.

“Saya tidak punya banyak pilihan saat ini. Sebenarnya saya membutuhakan mereka (enam pemain yang absen). Namun, sekarang saya harus fokus dengan pemain yang saya miliki. Kami akan fokus laga demi laga. Bagaimanapun, nasib kami ditentukan ketika bertemu Indonesia dan Thailand, apakah kami bisa mengalahkan mereka atau tidak,” pungkasnya. (harnas)

Editor: Stefanus H. Lopis

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: