SUNGAILIAT, LASPELA — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya memberikan penjelasan terkait pernyataan Menteri ESDM yang menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari.
Menurut Bambang, angka tersebut merupakan kondisi yang wajar dalam sistem pengelolaan energi nasional dan bukan berarti Indonesia akan kehabisan BBM dalam waktu dekat.
“Memang seperti itu stok nasional. Dulu juga begitu, tahun lalu begitu, dua tiga tahun lalu juga begitu,” kata Bambang, Kamis (5/3/2026).
Indonesia, kata dia, memiliki kilang minyak (refinery) yang terus memproduksi BBM setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Karena kita punya refinery, kita punya produksi. Jadi barang ini (stok) artinya kalau Indonesia stop produksi, kan kita terus melakukan produksi,” jelasnya.
Selain produksi dalam negeri, pemerintah juga menutup kekurangan pasokan melalui impor jika diperlukan.
“Kilang minyak kita terus memproduksi BBM. Kemudian untuk kekurangan-kekurangan tertentu kita melakukan impor. Jadi tidak ada masalah, karena kita produksi terus,” jelasnya.
Bambang pun mengimbau masyarakat agar tidak salah menafsirkan informasi yang beredar terkait stok BBM nasional yang hanya cukup 20 hari.
“Jadi jangan salah mengartikan berita juga,” pintanya. (mah)







