Sejumlah Pekerja Diamankan dari Kasus Dugaan Penyelundupan Timah, Kapolres: Masih Penyeledikan

Avatar photo
Perahu yang diduga menjadi alat untuk mengangkut timah untuk diselundupkan ke luar negeri.

MENTOK, LASPELA — Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, membenarkan telah mengamankan sejumlah tersangka dan beberapa barang dari perkara dugaan penyelundupan timah di Kecamatan Mentok.

Namun, ia belum memberikan keterangan secara gamblang, lantaran masih proses penyelidikan di Mapolres Bangka Barat.

“Belum, masih penyelidikan,” katanya melalui pesan singkat, pada Kamis (26/2/2026) sore.

Diberitakan sebelumnya, Satpolairud Polres Bangka Barat dikabarkan tengah gencar melakukan penertiban di wilayah hukumnya. Pada Selasa (24/6/2026), pihak mengamankan beberapa unit ponton isap dari perairan Tembelok, Kecamatan Mentok.

Selanjutnya, pada Kamis (26/2/2026) dinihari tadi, petugas dikabarkan telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat pengangkutan pasir timah ilegal di pesisir Pantai Desa Air Putih, Kecamatan Mentok.

Baca Juga  Hangat dan Penuh Keakraban, Bank Sumsel Babel Gelar Media Iftar 2026

Dari informasi yang berhasil dihimpun, petugas mendapati adanya diduga aktivitas pemindahan pasir timah dari truk ke kapal pompong yang berada di tepi pantai.

Petugas juga turut mengamankan dua unit truk Mitsubishi Fuso warna kuning bernomor polisi BN 8688 RR dan BN 8655 RIL sebagai barang bukti.

Kemudian, sejumlah orang yang diamankan tadi beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bangka Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pasir timah yang  dipindahkan dari truk ke kapal pompong itu berasal dari gudang bos di Mentok dan rencananya akan dikirim ke luar negeri,” ujar salah satu warga yang enggan namanya disebut.

Baca Juga  Satpolairud Polres Babar Dikabarkan Gagalkan Penyelundupan Timah

Narasumber ini juga mengatakan, saat penangkapan berlangsung, proses bongkar muat disebut telah selesai dan kapal yang sebelumnya berada di tengah laut sudah meninggalkan lokasi.

Sementara itu, warga setempat mengaku resah dengan aktivitas bongkar muat yang kerap terjadi pada malam hari. Mereka mendukung langkah tegas aparat dalam menindak dugaan pengangkutan pasir timah ilegal.

“Kami sering lihat aktivitas malam, kadang lewat tengah malam masih ada truk keluar masuk. Tapi kami tidak berani mendekat,” kata Di.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih mencoba mengkonfirmasi ke aparat terkait mengenai penggagalan pengiriman pasir timah tersebut. (oka)

 

[Heateor-SC]