TOBOALI, LASPELA – Kepala Desa Keposang, Kenny Edwardi yang kerap di sapa Apong mengaku tidak mengetahui seberapa banyak warga Desa Keposang yang berkecimpung jual beli timah di wilayahnya itu.
Ia mengaku tidak mengetahui pasti. Namun potensi dari kolektor timah di desa Keposang sudah terdata oleh pihak PT Timah dan Satgas Halilintar untuk masuk ke PT Timah pasirnya.
“Kalau untuk jumlah tidak bisa sebut berapa jumlahnya, tapi sudah terdata oleh PT Timah dan Satgas Halilintar untuk masuk ke PT Timah,” kata Apong, Rabu (25/2/2026).
Desa Jangan Hanya Jadi Penonton
Selain itu, data pemain timah di desa Keposang juga terdata ke Koperasi Desa Merah Putih.
“Dan di desa Keposang potensi yang ada timahnya akan dijalankan oleh koperasi jangan jadi penonton,” bebernya.
Sementara untuk teknis di Koperasi Merah Putih Desa Keposang ia menyebutkan kalau koperasi merah putih tidak melibatkan pembeli timah, namun diminta untuk menjalankan tambang rakyat sebagai jasa atau mitra PT Timah.
“Jadi kalau ada kegiatan penambangan di desa Keposang harus melalui koperasi desa merah putih,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, kalau untuk implementasi secara teknis koperasi merah putih masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat dan PT Timah untuk bidang penambangan sembari menunggu penyelesaian pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih yang baru berprogres 50 persen.
“Kita masih menunggu regulasi dari PT Timah dan Pemerintah pusat untuk petunjuk dan teknis dalam mengelola penambangan, karena ini sifatnya bermitra dengan PT Timah,” terangnya.
Selain di bidang penambangan timah, koperasi desa merah putih juga memaksimalkan dari bidang lain yakni penyediaan pupuk dan racun untuk perkebunan kelapa sawit.
“Koperasi Desa Merah Putih juga akan menyediakan gas LPG bagi masyarakat desa Keposang,” pungkasnya. (Pra)









