PANGKALPINANG, LASPELA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pangkalpinang hingga saat ini telah menjangkau sekitar 60 persen sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Namun, pelaksanaannya masih belum optimal di tiga kecamatan, yakni Rangkui, Gerunggang, dan Pangkal Balam, akibat keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Subkoordinator Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Al Hatas Cahyadi, mengatakan bahwa dari tujuh kecamatan yang ada, sebagian besar wilayah sudah terlayani MBG secara penuh.
Kendati demikian, masih ada kecamatan dengan cakupan layanan yang belum menyeluruh.
“Yang belum terlayani secara optimal itu di wilayah Rangkui, Pangkal Balam, dan Gerunggang,” kata Al Hatas, Sabtu (24/1/2026).
Di Kecamatan Rangkui, saat ini telah berdiri dua SPPG. Namun, jumlah tersebut belum mampu melayani seluruh SD dan SMP yang ada.
Pihak terkait berencana membangun satu SPPG tambahan dalam waktu dekat guna memperluas jangkauan MBG di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kecamatan Gerunggang juga menghadapi kendala serupa.
Meski telah memiliki dua SPPG yang berlokasi di Kace Permai dan Air Kepala Tujuh, luas wilayah serta banyaknya jumlah sekolah membuat layanan MBG belum dapat menjangkau seluruh SD dan SMP.
Adapun di Kecamatan Pangkal Balam, dari dua SPPG yang direncanakan, baru satu yang beroperasi. Satu SPPG lainnya masih dalam tahap proses, sehingga belum semua sekolah di kecamatan tersebut mendapatkan layanan MBG.
Berbeda dengan tiga wilayah tersebut, kecamatan lain seperti Bukit Intan, Girimaya, Gabek, dan Tamansari telah terlayani MBG secara penuh.
Di Tamansari, misalnya, satu SPPG milik Polda dinilai cukup karena jumlah sekolah yang relatif sedikit.
Al Hatas menjelaskan, secara umum tidak ada kendala besar dalam pelaksanaan MBG di sekolah karena pihak sekolah hanya bertindak sebagai penerima manfaat.
Kendala yang kerap muncul lebih bersifat teknis, seperti koordinasi dan keterbatasan waktu pengantaran makanan, terutama pada hari Jumat saat jam pulang sekolah lebih awal.
“Terkadang ada miskomunikasi, tapi sekarang sudah mulai teratasi dengan adanya grup WhatsApp antara tim BGM, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan, Al Hatas mengaku pihaknya masih menunggu arahan teknis dari Badan Gizi Nasional (BGM).
“Untuk Ramadan kami belum mendapat instruksi resmi. Masih menunggu petunjuk teknis dari BGM,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang berharap dengan penambahan SPPG di wilayah yang belum optimal, cakupan MBG dapat terus ditingkatkan hingga menjangkau seluruh SD dan SMP di Pangkalpinang. (dnd)






