PT. Timah Turunkan Tim ERG untuk Bantu Korban Gempa Lombok

PANGKALPINANG, LASPELA – PT. Timah Tbk bersama dengan Kementerian ESDM turut serta membantu para korban gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Korporat Komunikasi PT. Timah, Anggi Siahaan mengatakan untuk membantu para korban gempa Lombok, PT. Timah mengirimkan Tim Tanggap Darurat (Emergen Response Group/ERG) yang diketuai oleh Kepala Administrasi Perusahaan, dr. Yanuar. Dimana dengan maksud dan tujuan sebagai upaya kemanusiaan yang selalu dijalankan PT. Timah.

“Kita tentu ikut prihatin terhadap korban gempa Lombok. Oleh karena itu kami ikut terpanggil menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat di sana,” ujar Anggi.

Anggi menyampaikan dengan beranggotakan tim survei, evaluasi, medis dan logistik, dimana turun langsung ke lokasi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa yang berkekuatan 7 skala Richter tersebut.

“Sejak Jumat (10/8/2018) lalu, mereka turun langsung ke lokasi yang menjadi korban gempa tersebut untuk membantu meringankan beban masyarakat di sana,” ungkapnya.

Adapun tahap pertama tim ERG PT Timah, jelas Anggi bahwa untuk memberangkatkan lima personel yang masing-masing memiliki kompetensi dan keterampilan berbeda.

“Disana mereka membuka posko yakni di desa Manggala Batloko Lauk, Kecamatan
Pemenang Barat mengingat banyak balita dan lansia yang mulai terpapar penyakit pasca gempa,” sebutnya.

Lebih lanjut, Anggi mengakui bahwa ada sejumlah lokasi yang teridentifikasi cukup sulit dijangkau, sehingga ini menjadi salah satu prioritas upaya penyaluran bantuan tim yang mana diketuai oleh Kepala Administrasi Perusahaan, dr. Yanuar

“Salah satu lokasi yang cukup parah terpapar gempa yakni di Kecamatan Pemenang Barat. Sehingga kita kesulitan untuk menyalurkan bantuan tersebut, maka salah satu prioritas upaya kita dengan membutuhkan penyaluran bantuan tim untuk mengatasi ini,” ucap Anggi.

Anggi menyebutkan tim ERG PT. Timah selain membantu para korban juga melakukan pelayanan kesehatan (Yankes).

“Bantuan ini diantaranya berupa pengobatan dan penyaluran logistik seperti kebutuhan bayi dan ibu menyusui, perlengkapan MCK, alat penerangan, perlengkapan sekolah dan sebagainya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Anggi tim ERG PT. Timah juga menyalurkan donasi kepada ponpes Assyafi’iyah yang mana sebagian besar bangunannya mengalami kerusakan parah.

“Tim kita juga menyalurkan donasi kepada ponpes Assyafi’iyah karena sebagian bangunan disana mengalami kerusakan parah,” jelasnya.

Ia menambahkan selain bantuan langsung yang disalurkan oleh tim ERG, melalui serikat pekerja Ikatan Karyawan Timah (IKT) pihaknya juga melakukan penggalangan dana di internal perusahaan dan juga masyarakat umum.

“Donasi ini terbuka bagi siapa saja yang berniat membantu saudara-saudara kita di Lombok. Bagi yang ingin membantu silahkan dapat mengirimkan bantuannya ke kantor pusat IKT di Pangkalpinang atau ditransfer ke nomor rekening Ikatan Karyawan Timah 112-00-0568799-6. Konfirmasi tranfer ke nomor 081537442253 dengan format ketik: IKTPeduliLombok_nama lengkap_nominaltransfer,” kata Anggi.

Lebih dalam, Anggi menjelaskan bahwa Tim ERG PT Timah Tbk dibentuk tahun 2010. Lahirnya tim tanggap bencana ini merupakan puncak dari kegelisahan sejumlah karyawan yang peduli terhadap penyelamatan dan penyaluran bantuan kepada korban-korban bencana yang melanda tanah air.

“Meski terhitung baru, namun kiprahnya dalam penanggulangan dan penanganan korban bencana boleh diacungi jempol. Dimana sejumlah wilayah bencana di tanah air telah dimasuki tim yang beranggotakan lintas satuan kerja di lingkungan PT Timah.

“Adapun penyaluran dan bantuan yang telah dilakukan oleh tim ini diantaranya membantu korban gempa Bengkulu tahun 2001, tsunami Aceh 2004, gempa Bantul-Yogya 2006, tsunami Pangandaran 2006, gempa Bengkulu 2007, puting beliung Pangkalpinang 2008, gempa Cianjur 2008, gempa Padang 2007 dan 2009, letusan Merapi 2010, banjir Jakarta 2013, banjir Belitung Timur 2017 serta sejumlah bencana lainnya di tanah air,” tutup Anggi. (Rill/Wa)