Perasaan Lega
Karya : Albert Enstaine
Berjalan perlahan-lahan …
Memandangi benda kotak di genggaman tangan
Perasaan yang campur aduk
Bingung dengan respons apa yang tepat
Dibawah pancaran sinar matahari …
Menerangi setiap langkahku ketempat yang ingin ku tuju
Tetapi terasa gelap dan sendirian
Tanpa ada telinga yang ingin mendengarkan!
Menyadari akan diri ini …
Bukanlah lagi anak kecil yang payah
Tetapi seorang remaja lelaki tangguh yang mampu berdiri sendirian
Tanpa harus dengan berbagai macam tuntunan dan perhatian yang lebih
Kapankah perasaan lega itu akan ‘ku dapatkan?
Waktu yang pasti kian terus berjalan
Dengan berbagai macam tantangan dan rintangan di tahun yang baru
Bagaimana kan ‘ku terus bertahan? (*)
Cermin Tahun Baru
Karya: RD Martinus Handoko
Jauh membentang angan di atas awang
Membalut luka walau tahu tak mudah
Tetap membekas walau tahun t’lah berganti
Namun, ingatan kalbu menandai babak baru
Seringkali hujan membawa kenangan
Buruk pun baik mengajarkan hati tetap tenang
Karena waktu masih menyimpan sejuta tantangan
Sukar pun senang jadi warna silih berganti
Denyut jantung memainkan tempo seirama
Walau kadang berdetak kencang tak beraturan
Melihat dunia yang seringkali mengancam
Dengan ujaran yang makin transparan
Kembali ku menghadap cermin yang kini t’lah usang
Masih setia menemani rupa wajah yang seringkali berganti
Dengan kejujuran dan kebohongan yang saling mendominasi
Harapku di tahun yang baru, hadirku menjadi permata bagi dunia (*)
Kelompok Cemara Sejati
Karya: Nikolas Adventus Wolo Koten
Hamparan angin menghantam cemara
Membuat cemara berduyun menyatu
Ikatan tali yang disampul mati
Hai kelompok cemara…
Kuibaratkan kepada keluargaku
Keluarga yang mengajarkanku makna kehidupan
Keluarga yang sejati
Membuatku menempel lekat padanya
Semoga kita selalu bersama
Dalam suka maupun duka (*)

