Pemkot Pangkalpinang Dorong Kemandirian Pangan SPPG Lewat Prioritas Produk Lokal

Avatar photo
Kepala Bidang Pangan, Yiyi Zilaida (ist)

PANGKALPINANG, LASPELA – Upaya memperkuat kemandirian pangan di Kota Pangkalpinang kembali ditegaskan melalui kebijakan penggunaan bahan baku lokal pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dinas Pangan dan Pertanian menekankan pentingnya memilih komoditas daerah, terutama lada, sebagai langkah menjaga mutu sekaligus mengangkat produk unggulan kota.

Kepala Bidang Pangan, Yiyi Zilaida, menjelaskan bahwa lada bubuk produksi lokal telah memenuhi standar keamanan pangan dengan sertifikasi label hijau.

Karena itu, ia menilai sudah saatnya SPPG meninggalkan penggunaan lada kemasan dari luar daerah.

“Lada lokal kita sudah tersertifikasi dan kualitasnya sangat terjamin. Kami mendorong seluruh SPPG untuk beralih menggunakan produk Pangkalpinang yang sudah terbukti aman,” ujar Yiyi, Selasa (21/11/2025).

Selain fokus pada pemanfaatan produk lokal, Dinas Pangan juga memperkuat pengawasan harga bahan pangan yang dibutuhkan untuk operasional SPPG.

Setiap hari, daftar harga berbagai komoditas—mulai dari tahu, tempe, sayuran, beras, hingga minyak—dibagikan sebagai panduan agar proses pembelian lebih efisien dan tidak melampaui standar harga pasar.

Data supplier dan distributor tepercaya juga disediakan sebagai rujukan. Seluruh pemasok dalam daftar tersebut telah melalui proses validasi, termasuk untuk bahan pangan asal hewan yang diawasi oleh bidang peternakan.

“Dengan adanya daftar supplier, pengelola SPPG bisa memilih sumber bahan baku yang aman dan sesuai harga pasar. Ini memudahkan mereka menjaga kualitas tanpa harus khawatir soal perbedaan harga,” kata Yiyi.

Ia memastikan bahwa pengawasan terhadap seluruh bahan pangan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan, dilakukan secara berkelanjutan.

“Langkah ini menjadi upaya memastikan dapur SPPG hanya menggunakan bahan yang memenuhi standar keamanan dan kualitas,” katanya. (dnd)

 

Leave a Reply