SUNGAILIAT, LASPELA — Kepala Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Junaidi menyebut kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya berpotensi mematikan usaha rakyat yang telah lama berkembang.
Menurutnya, secara teori keberadaan KDMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau harapan masyarakat dengan adanya KDMP ekonomi lebih baik atau berkembang. Tapi itu kan teori, saat pelaksanaan belum tentu, namanya juga usaha,” kata Junaidi, Senin (2/3/2026).
Ia menilai, Desa Baturusa yang berstatus desa mandiri sudah memiliki berbagai fasilitas dan unit usaha yang lengkap, mulai dari toko sembako, apotek, agen-agen sembako, puskesmas, gudang penyimpanan, dan lainnya.
“Jadi nanti itu bagaimana persaingan masyarakat dengan KDMP ini, kan bisa mematikan usaha rakyat yang sudah ada,” ujarnya.
Selain itu, Junaidi juga mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya bersama pengurus koperasi masih kesulitan menentukan lokasi pembangunan gerai atau gudang KDMP.
“Proses sekarang masih mencari lokasi. Pihak TNI juga sudah keliling mencari, tapi belum ada yang pas. Ada aset PT Timah, cuma kan ribet juga,” jelasnya.
Ia menegaskan, koperasi idealnya dibangun dekat dengan pemukiman warga agar mudah diakses masyarakat.
“Kalau jauh dari pemukiman, siapa yang mau belanja nanti. Di belakang kantor desa memang ada lahan, tapi tidak mungkin gerai atau gudang KDMP dibangun di belakang, tidak strategis,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak desa bersama koperasi masih terus mencari lokasi yang dinilai tepat dan strategis sebelum realisasi pembangunan dilakukan. (mah)






