PANGKALPINANG, LASPELA – Selain penyiapan posko, BPJN Bangka Belitung juga telah merumuskan sejumlah langkah antisipasi bencana yang komprehensif.
Salah satunya adalah mengoptimalkan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase dan pengendalian tanaman di sekitar ruang milik jalan nasional.
“Hal ini penting untuk mencegah genangan air dan memastikan visibilitas pengemudi tetap terjaga,” ujar Kepala BPJN Babel, Susan Novelia saat menggelar pertemuan untuk memaparkan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026 M dengan awak media, Rabu (25/2/2026).
Dia menyebutkan, BPJN Babel juga melakukan penanganan darurat sementara dengan pemasangan sandbag, serta penanganan permanen menggunakan bronjong dan dinding penahan tanah untuk mengurangi risiko kerusakan jalan akibat bencana alam seperti banjir atau longsor.
Selain itu, pihaknya memasang rambu peringatan untuk jalan yang sedang dalam konstruksi dan membatasi tonase kendaraan di titik-titik tertentu.
“Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah kerusakan jalan lebih lanjut dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Dalam hal kesiapan sumber daya, BPJN Babel menyiapkan alat berat (DRU), material bahan, pengawas lapangan, dan Tim Reaksi Cepat yang telah disahkan oleh Kepala BPJN.
Susan menambahkan, BPJN Babel juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi SITABA untuk pelaporan kebencanaan secara real-time, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
“Tidak hanya itu, BPJN Babel juga berkoordinasi aktif dengan pihak terkait seperti Pemerintah Daerah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepolisian. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem penanganan bencana dan memastikan respons yang terintegrasi,” tutupnya. (chu)









