KOBA, LASPELA – Keinginan menunaikan ibadah haji masyarakat Bangka Tengah dianggap terus meningkat. Tapi, antreannya panjang sampai 26 tahun lamanya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bangka Tengah Ahmad Syukri mengatakan, perkiraan waktu tunggu ini berdasarkan kuota nasional yang sudah ada.
“Kalau secara kuota nasional, daftar tunggunya selama 26 tahun. Jumlah pendaftar kita normal, di angka 100 hingga 200 lebih setiap tahunnya,” katanya, Rabu (11/2/2026).
Proses pendaftaran dimulai dengan setoran awal melalui perbankan yang telah ditetapkan. Di antaranya, Bank Syariah Indonesia, Muamalat dan Sumsel Babel.
Data calon jemaah akan diproses di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bangka Tengah. Lalu diverifikasi dan disesuaikan dengan kuota serta estimasi keberangkatan.
Ahmad Syukri menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang dukungannya menurunkan biaya haji bagi calon jemaah Indonesia.
“Alhamdulillah, kalau melihat dari tahun sebelumnya memang ada penurunan biaya pelunasan. Kita berharap ke depan biaya haji semakin terjangkau,” katanya.
Kebijakan penurunan biaya haji memang dinantikan masyarakat, sebab minat pendaftaran setiap tahun cukup tinggi padahal masa tunggu cukup panjang.(pri)








