SIMPANGKATIS, LASPELA — Warga Desa Terak, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah, mengeluhkan terganggunya distribusi air PAM yang tidak mengalir selama lebih dari satu minggu.
Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga Desa Terak yang enggan disebutkan namanya mengatakan, gangguan air PAM kerap terjadi dan hampir dialami setiap bulan.
Menurutnya, gangguan kali ini disebabkan adanya pipa bocor serta keran air yang tidak terbuka secara penuh.
“Air sudah tidak mengalir lebih dari satu minggu. Katanya ada pipa bocor dan kerannya tidak terbuka full. Tapi perbaikannya lama karena barangnya harus dikirim dari Jakarta,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Ia menambahkan, proses perbaikan juga baru dilakukan setelah selesainya perayaan Hari Ruwah, sehingga warga harus lebih lama menunggu pasokan air kembali normal.
Meski iuran air PAM per bulan tergolong murah, sekitar Rp35 ribu, warga menilai pelayanan yang diberikan belum maksimal.
Pasalnya, gangguan distribusi air disebut terjadi berulang kali.
“Bayarnya memang tidak mahal, tapi hampir setiap bulan air bermasalah. Kami jadi susah, harus numpang air ke sana sini,” keluhnya.
Warga juga mengaku sempat ditawari solusi sementara dengan memanfaatkan air kolong untuk mandi. Namun, kondisi air kolong tersebut dinilai tidak layak digunakan karena keruh dan kotor karena banyaknya warga yang juga memakai kolong tersebut untuk mandi, hingga mencuci baju.
“Disuruh pakai air kolong dulu, tapi airnya butek dan kotor, karena banyak yang juga nyuci dan mandi, air nya juga tidak mengalir,” katanya.
Warga berharap pihak pengelola PAM dan instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar gangguan distribusi air tidak terus berulang serta kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan layak.(dnd)

